Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kabut Asap Way Kambas, Sekolah di Dua Kecamatan Lamteng Belajar Daring
Potret siswa-siswi di Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan belajar daring akibat kabut asap karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (Dok. Disdikbud Lamteng).
  • Karhutla di Taman Nasional Way Kambas memicu kabut asap yang berdampak pada pendidikan di Lampung Tengah, dengan sekitar lima hingga enam sekolah menerapkan pembelajaran daring.

  • Sekolah terdampak berada di Kecamatan Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya; gangguan asap tebal terhadap kegiatan belajar telah dilaporkan selama sekitar lima hari hingga sepekan.

  • Disdikbud Lampung Tengah menyerahkan kebijakan daring secara kondisional kepada sekolah, sambil meminta tenaga pendidik tetap menyiapkan layanan pembelajaran dan memantau perbaikan kondisi asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Tengah, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur mulai berdampak langsung terhadap masyarakat. Lima sekolah di dua kecamatan Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terpaksa menerapkan pembelajaran secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, Nur Rohman mengatakan, kebijakan pembelajaran daring diterapkan secara kondisional dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.

"Kami menginformasikan kepada beberapa satuan pendidikan atau sekolah untuk dikondisikan dalam posisi sesuatu yang membahayakan siswa, murid maupun proses pembelajaran. Kepala satuan pendidikan bisa mengambil tindakan terukur, misalnya proses pembelajaran dipindah secara daring jika kondisi membahayakan," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

1. Sekolah di dua kecamatan terdampak

Potret siswa-siswi di Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan belajar daring akibat kabut asap karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (Dok. Disdikbud Lamteng).

Nur Rohman menyampaikan, wilayah paling terdampak kabut asap cukup tebal akibat karhutla tersebut berada di wilayah Kecamatan Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya.

Menurutnya, sebelumnya terdapat sekitar lima hingga enam satuan pendidikan di dua kecamatan tersebut yang menyampaikan kondisi dan menerapkan pembelajaran dari rumah atau secara daring.

"Sehari ini saya belum meng-update apakah berapa yang sekarang sudah bisa masuk atau justru ada tambahan satuan pendidikan yang melakukan pembelajaran di rumah atau daring," katanya.

2. Kabut asap mulai terasa sepekan terakhir

Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Jumat (2/10/2026). (Dok. Balai TNWK)

Nur Rohman menjelaskan, laporan mengenai gangguan kabut asap terhadap proses pembelajaran telah diterima pihaknya sejak sekitar lima hari hingga satu minggu terakhir.

Saat itu, sejumlah sekolah melaporkan adanya kabut atau asap yang cukup tebal sehingga mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar.

"Ada proses pembelajaran yang terkendala karena kabut asap yang agak tebal. Jadi kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan, dengan menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah," jelasnya.

3. Tenaga pendidik tetap siapkan pembelajaran

Ilustrasi Belajar Daring. (Dok. IDN Times)

Nur Rohman menegaskan, skema belajar daring tidak hanya berkaitan dengan siswa. Namun, tenaga pendidik juga tetap diminta memastikan pelayanan pendidikan dan proses pembelajaran berjalan.

Menurutnya, meski siswa belajar dari rumah, sekolah tetap harus memiliki kesiapan untuk menjalankan proses pembelajaran, termasuk memastikan tenaga pendidik dan pelayanan pendidikan tetap tersedia.

"Termasuk tenaga pendidik. Tapi tetap prosesnya bagi kita, tenaga pendidik juga harus memposisikan di satuan pendidikan untuk tetap ada pelayanan dalam posisi kesiapan," katanya.

4. Kebijakan menyesuaikan kondisi kabut asap

Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Jumat (2/10/2026). (Dok. Balai TNWK)

Nur Rohman menegaskan penerapan pembelajaran daring dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap karhutla, terutama untuk melindungi peserta didik dan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

"Betul, terutama pada anak-anak didik maupun proses pembelajarannya," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih akan memantau perkembangan kondisi asap di lapangan. Jika dalam satu hingga dua hari kondisi membaik, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut kepada satuan pendidikan.

"Kami akan memantau. Andai kata dalam sehari-dua hari ini sudah selesai, kami akan menyampaikan juga kepada teman-teman di bawah, di satuan pendidikan," imbuh Kadisdikbud.

Curated For You

Editorial Team

Related Article