Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Bandar Lampung Bebas PMK?

- Dinas Peternakan Bandar Lampung memastikan ketersediaan hewan kurban aman dan bebas dari PMK menjelang Iduladha 1446 H.
- Tim pemeriksa akan turun ke lapangan tujuh hari sebelum hari raya untuk memastikan kualitas dan kelayakan hewan kurban.
- Kebutuhan hewan kurban untuk tahun ini tercukupi, sebagian besar dipasok dari daerah penyangga seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran.
Bandar Lampung, IDN Times – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Peternakan Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dinas Peternakan, Erwin, menyebutkan, pihaknya telah melakukan vaksinasi serta tengah mempersiapkan tim pengawasan untuk memastikan kesehatan hewan kurban. “Alhamdulillah, vaksinasi PMK sudah berjalan dan sampai saat ini Bandar Lampung dinyatakan bebas PMK,” ujar Erwin, Selasa (7/5/2025).
1. Tim pengawas siap dikerahkan H-7

Demi menjaga kualitas dan kelayakan hewan kurban, Dinas Peternakan akan mengerahkan tim pemeriksa tujuh hari sebelum hari raya. Erwin menyampaikan, tim ini akan menyasar titik-titik penjualan hewan di Bandar Lampung untuk memastikan setiap hewan memenuhi syarat syar’i dan kesehatan.
“Sekarang masih kami persiapkan, karena waktunya juga masih cukup panjang. Tapi H-7 sudah kami jadwalkan mulai turun ke lapangan,” katanya.
2. Pasokan aman dari kabupaten penyangga

Terkait ketersediaan, Erwin memastikan kebutuhan hewan kurban untuk tahun ini masih tercukupi. Bandar Lampung membutuhkan sekitar 2.500 ekor sapi dan 3.500 ekor kambing.
Jumlah ini sebagian besar dipasok dari wilayah sekitar seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. “Umumnya pasokan datang dari daerah penghasil ternak. Jadi untuk Idul Adha tahun ini insyaallah aman,” jelasnya.
3. Pantauan dini untuk antisipasi lonjakan permintaan

Meski Idul Adha masih beberapa minggu lagi, Erwin menyatakan, mulai melakukan pantauan dini terhadap potensi lonjakan permintaan.
"Langkah ini dilakukan untuk menghindari kelangkaan dan memastikan stabilitas harga hewan kurban menjelang hari raya," ujarnya.