Bandar Lampung, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi sejak, Jumat (4/9/2026) malam. Erupsi melontarkan lava pijar (fountain lava) dengan kolom erupsi lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menghasilkan material vulkanik dalam volume cukup besar yang terlontar ke atmosfer.
Erupsi tersebut bertipe Strombolian dan menghasilkan material vulkanik dalam volume cukup besar yang terlontar ke atmosfer. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik bergerak ke arah timur hingga selatan yang berdampak pada wilayah Banten dan Jawa Barat.
Sementara itu, sebaran abu juga bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dan berpotensi memengaruhi sejumlah wilayah di Lampung.
