Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Dukung Aksi 205, Driver Ojol Bandar Lampung Serentak Matikan Aplikasi

Ilustrasi demo ojol /ChatGPT/
Ilustrasi demo ojol /ChatGPT/
Intinya sih...
  • Pengemudi ojek online (Ojol) di Bandar Lampung akan matikan layanan aplikasi selama aksi unjuk rasa Aksi 205 sebagai dukungan terhadap rekan-rekan di Jakarta.
  • Aksi off bid dimulai pukul 10.00 WIB hingga dini hari, mempengaruhi semua layanan seperti jasa angkutan dan pengantaran barang maupun makanan.
  • Tuntutan dalam aksi tersebut termasuk menertibkan UU ojol roda dua, kejelasan status kemitraan, menghapus program Aceng dan slot, serta memaksimalkan potongan aplikasi sebesar 10 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Bandar Lampung berencana kompak mematikan layanan aplikasi atau off bid selama unjuk rasa bertajuk Aksi 205, Selasa (19/5/2025).

Ketua Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspol) Lampung, Miftahul Huda mengatakan, aksi off bid ini sebagai bentuk dukungan terhadap rekan-rekan seprofesi yang sedang memperjuangkan nasib mereka di kantor pusat, Jakarta.

"Untuk aksi unjuk rasa tidak ada. Jadi kita off bid aja, sebagai wujud solidaritas kita sama-sama teman di Jakarta," ujarnya dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

1. Off bid semua layanan aplikasi

Pepaya.idntimes.com
Pepaya.idntimes.com

Miftah mengatakan, aksi off bid ini bakal dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga dini hari pada semua layanan di aplikasi. Mulai dari jasa angkutan hingga pengantaran barang maupun makanan.

"Jadi mohon maaf untuk masyarakat Kota Bandar Lampung kalau besok itu sulit mendapatkan order, karena di wilayah kita ini bisa dibilang sudah jarang angkutan umum," katanya.

2. Tuntut UU transportasi online hingga potongan aplikasi 10 persen

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) melakukan aksi mendesak pemerintah agar tidak mempolitisasi keberadaan mitra pengemudi. (dok. KON)
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) melakukan aksi mendesak pemerintah agar tidak mempolitisasi keberadaan mitra pengemudi. (dok. KON)

Disinggung ihwal tuntutan dalam aksi tersebut, Miftah menegaskan, para pemudi ojol sepakat memprotes terhadap sejumlah kebijakan aplikator yang belakangan dianggap kian hari makin merugikan mitra pengemudi.

Sejumlah tuntutan meliputi menertibkan Undang-Undang (UU) mengatur tentang ojol roda dua dan kejelasan status kemitraan, menghapus program Aceng dan slot, menerbitkan aturan pengantaran barang dan makanan, serta memaksimalkan potongan aplikasi sebesar 10 persen.

"Teman-teman di Lampung tegas menolak segala kebijakan yang menyusahkan dan menyengsarakan para pengemudi ojol," imbuh dia.

3. Imbau sesama ojol ikut aksi off bid

Upaya afirmasi pemerintah buat Driver Ojol (Dok. IDN Times)
Upaya afirmasi pemerintah buat Driver Ojol (Dok. IDN Times)

Lebih lanjut Miftah menegaskan, aksi off bid tersebut tidak disertai paksaan melainkan murni diharapkan datang dari kesadaran masing-masing pengemudi. Termasuk tanpa adanya kegiatan sweeping di lapangan.

Oleh karenanya, ia berharap seluruh pengemudi di Kota Tapi Berseri dapat ikut bergabung dalam aksi off bid tersebut, untuk memberikan dukungan penuh kepada rakan-rakan seperjuangan.

"Kita tidak mau ada menimbulkan permasalahan di lapangan, sehingga menjadi masalah gangguan Kamtibmas. Kita berjuang dengan baik dengan cara yang baik, sehingga dibutuhkan kesadaran saja," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us