Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Door to Door, Cara Karantina Lampung-PDHI Vaksinasi Rabies di Lamsel
Petugas Karantina bersama PDHI Cabang Lampung dan Disnakkeswan Kabupaten Lampung Selatan menggelar vaksinasi rabies di wilayah Desa Legundi. (Dok. Karantina Lampung).
  • Karantina Lampung, PDHI, dan Disnakkeswan Lampung Selatan menggelar vaksinasi rabies gratis door to door di sembilan dusun Desa Legundi, Kecamatan Ketapang.

  • Sebanyak 149 hewan peliharaan divaksin, terdiri dari 81 anjing dan 68 kucing, sambil pemilik mendapat edukasi bahaya rabies serta kesehatan hewan.

  • Pendekatan langsung dipilih karena potensi kasus di Lampung Selatan dinilai tinggi; pengendalian rabies membutuhkan vaksinasi rutin dan peran aktif pemilik hewan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Sembilan dusun di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan disusuri petugas Karantina hingga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan). Bukan untuk melakukan penertiban, melainkan mendatangi rumah-rumah warga demi mencegah penyebaran rabies.

Satu per satu hewan peliharaan diperiksa. Anjing dan kucing milik warga menjadi sasaran vaksinasi gratis digelar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan.

Sebanyak 149 hewan peliharaan berhasil divaksin dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 81 ekor anjing dan 68 ekor kucing.

1. Petugas datangi rumah warga

Petugas Karantina bersama PDHI Cabang Lampung dan Disnakkeswan Kabupaten Lampung Selatan menggelar vaksinasi rabies di wilayah Desa Legundi. (Dok. Karantina Lampung).

Metode door to door dipilih agar layanan vaksinasi bisa menjangkau lebih banyak pemilik hewan peliharaan. Petugas tidak hanya memberikan suntikan vaksin, tetapi juga menyampaikan edukasi mengenai bahaya rabies dan pentingnya menjaga kesehatan hewan.

Langkah ini disebut menjadi perhatian penting, mengingat kasus gigitan hewan penular rabies masih ditemukan di Lampung. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, sebanyak 493 kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Kegiatan di Desa Legundi tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day serta Hari Karantina Indonesia ke-149.

2. Karantina Lampung ubah pola pelayanan

Petugas Karantina bersama PDHI Cabang Lampung dan Disnakkeswan Kabupaten Lampung Selatan menggelar vaksinasi rabies di wilayah Desa Legundi. (Dok. Karantina Lampung).

Terkait kegiatan tersebut, Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan mengatakan, vaksinasi kali ini sengaja dilakukan dengan pendekatan berbeda.

Bila sebelumnya kegiatan vaksinasi lebih banyak dipusatkan di Kota Bandar Lampung, kali ini, petugas langsung mendatangi pemukiman warga di daerah yang dinilai memiliki potensi kasus cukup tinggi.

“Kali ini kami berbeda dengan mendatangi rumah warga secara langsung (door to door). Mengingat potensi kasus di Lampung Selatan cukup tinggi, kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan hewan ke tengah masyarakat,” kata Donni.

Menurutnya, pengendalian rabies tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas di lapangan, khususnya peran masyarakat sebagai pemilik hewan peliharaan menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. “Kita harus bersama-sama membantu memberantas rabies. Upaya pencegahan ini wajib dilakukan bergotong royong,” lanjut dia.

3. Vaksinasi bukan sekadar seremoni

Petugas Karantina bersama PDHI Cabang Lampung dan Disnakkeswan Kabupaten Lampung Selatan menggelar vaksinasi rabies di wilayah Desa Legundi. (Dok. Karantina Lampung).

Ketua PDHI Lampung, Anwar Fuadi menambahkan, vaksinasi hewan merupakan salah satu langkah penting mencegah penyebaran rabies. Namun, perlindungan terhadap hewan tidak berhenti setelah vaksin diberikan.

Pasalnya, pemilik tetap harus memperhatikan kondisi dan perilaku hewan peliharaan mereka, termasuk wajib menjaga kesehatan dan vaksinasinya secara rutin.

“Masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi bukan sekadar agenda seremoni hari ini. Masyarakat diimbau tidak menganggap sepele ancaman rabies," imbuh Fuadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article