Cegah Kecelakaan, Pengelola Tol Bakter Wanti-wanti Bahaya Microsleep

PT Bakauheni Terbanggi Besar menggelar Operasi Simpatik Microsleep di Rest Area KM 87B, memantau 50 kendaraan; mayoritas pengemudi dinilai bugar dan layak melanjutkan perjalanan.
Pengemudi di Tol Bakter diingatkan tidak memaksakan perjalanan saat mengantuk atau lelah, terutama malam hingga dini hari, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat.
PT BTB memasang stiker reflektif pada belakang truk demi visibilitas malam hari, sambil mengimbau pengguna tol menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, dan memastikan kendaraan laik jalan.
Lampung Selatan, IDN Times - Pengelola ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) mengedukasi sekaligus mengingatkan para pengguna jalan tentang bahaya microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara di jalan tol.
Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), Charles Giroth mengatakan, edukasi berkaitan microsleep tersebut disertai kegiatan operasi simpatik melibatkan petugas gabungan pada Rest Area KM 87 B Tol Bakter.
"Petugas melakukan pemantauan kondisi pengemudi dan memberikan edukasi keselamatan. Sebanyak 50 kendaraan terpantau dalam kegiatan ini, terdiri dari 23 kendaraan Golongan I dan 27 kendaraan Golongan II ke atas. Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas pengemudi dalam kondisi bugar dan layak melanjutkan perjalanan," Jumat (9/10/2026).
1. Pengemudi diingatkan tak paksakan diri saat ngantuk

Aktivitas jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. (Dok. PT BTB). Charles melanjutkan, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas dalam pengelolaan jalan tol. Menurutnya, pengemudi perlu mewaspadai kelelahan, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari.
Oleh karenanya, ia mengimbau pengemudi agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika mulai mengantuk atau kelelahan, karena microsleep dapat membuat pengemudi kehilangan fokus hingga terlambat merespons situasi berkendara.
“Jangan memaksakan diri ketika mengantuk atau lelah. Jika kondisi tubuh mulai menurun, manfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Keselamatan harus menjadi budaya dan tanggung jawab bersama,” ucapnya.
2. Stiker reflektif pada truk antisipasi tabrakan

Operasi Simpatik Microsleep di Rest Area KM 87 B pada ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (Dok. PT BTB) Selain edukasi mengenai microsleep, PT BTB memasang stiker reflektif pada bagian belakang kendaraan truk untuk meningkatkan visibilitas kendaraan besar, khususnya saat melintas pada malam hari.
Manajer Operasi PT BTB, Agustinus Leonardo mengatakan, stiker reflektif membantu kendaraan lebih mudah terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan dari arah belakang.
“Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan waktu yang lebih baik bagi pengemudi di belakang, untuk mengantisipasi keberadaan kendaraan di depannya,” jelas dia.
3. Pengguna tol diimbau menjaga jarak aman

Kecelakaan antara Avanza dengan Truk Fuso di jalan Tol Bakter KM 105+800 Jalur A, Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng sekitar pukul 23.10 WIB. (Dok. Satlantas Lampung Tengah)? Melalui Operasi Simpatik Microsleep, PT BTB bersama kepolisian dan TNI mengajak pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan. Pengemudi juga diimbau menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan memastikan kondisi kendaraan mendukung keselamatan.
Selain itu, pengguna jalan mulai mengantuk atau kelelahan diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Beristirahat di rest area menjadi langkah penting, untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat menurunnya konsentrasi saat berkendara.
"PT BTB berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap bahaya microsleep, sekaligus mendorong perilaku berkendara yang lebih aman di sepanjang ruas Tol Bakter," imbuh Charles.























