Inflasi Lampung Mei 2025 Capai 2,12 Persen, Harga Makanan jadi Pemicu

- Inflasi tahunan Provinsi Lampung mencapai 2,12 persen, dengan IHK sebesar 109,71.
- Kabupaten Lampung Timur mengalami inflasi tertinggi 2,24 persen, sementara Kota Metro hanya 1,87 persen.
- Deflasi bulanan sebesar 0,58 persen dipicu turunnya harga bawang merah, cabai, dan beras di beberapa daerah.
Bandar Lampung, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat terjadinya inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,12 persen pada Mei 2025. Kenaikan ini mengindikasikan adanya lonjakan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,71.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur dengan angka 2,24 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Metro sebesar 1,87 persen.
1. Kelompok pengeluaran mendorong inflasi

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan, kenaikan inflasi didorong naiknya harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama, seperti makanan, minuman dan tembakau, rekreasi dan budaya, serta pendidikan.
Selain itu, sektor perawatan pribadi, kesehatan, dan perumahan juga mengalami kenaikan harga, meski dalam skala lebih moderat. Namun, dua kelompok justru mencatat penurunan harga atau deflasi, yaitu peralatan rumah tangga serta informasi dan komunikasi.
2. Deflasi bulanan meski inflasi tahunan naik

Disampaikan Ahmadriswan, secara bulanan (month-to-month), justru terjadi deflasi sebesar 0,58 persen. Artinya, ada penurunan harga komoditas secara umum dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal ini antara lain dipicu oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan seperti bawang merah, cabai, dan beras di beberapa daerah. Sementara itu, inflasi sejak awal tahun (year-to-date) hingga Mei 2025 tercatat sebesar 1,18 persen.
Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain beras, kopi bubuk, rokok, perhiasan emas, serta kebutuhan pendidikan dan transportasi. Sebaliknya, komoditas seperti bawang merah, ayam ras, telur, dan beberapa produk kebutuhan rumah tangga menjadi penyumbang utama deflasi.
3. Ini daerah alami deflasi tertinggi dan terendah

Lebih lanjut Ahmadriswan mengatakan, semua daerah cakupan IHK di Lampung mengalami deflasi bulanan. Kabupaten Mesuji mencatat deflasi terdalam sebesar 0,85 persen, sedangkan Kota Bandar Lampung mencatat deflasi terendah sebesar 0,51 persen.
"Meski secara tahunan harga-harga cenderung naik, tekanan inflasi sedikit mereda secara bulanan. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan memantau harga kebutuhan pokok secara berkala," ujarnya.