Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Alasan Ekonomi Lampung Triwulan I 2025 Tumbuh 5,47 Persen

Grafik investasi (pexels.com/@goumbik)
Grafik investasi (pexels.com/@goumbik)
Intinya sih...
  • Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2025 mencapai 5,47 persen (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.
  • Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil di angka 5,06 persen karena adanya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
  • Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan 5,42 persen; industri pengolahan tetap kuat dengan pertumbuhan 8,79 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Awal 2025 jadi sinyal positif bagi perekonomian Lampung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi provinsi ini triwulan I 2025 mencapai 5,47 persen (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,32 persen (yoy).

Terkait hal itu, Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan menerangkan,  secara nominal, perekonomian Lampung tercatat sebesar Rp121,70 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp69,56 triliun atas dasar harga konstan 2010 (ADHK).

1. Konsumsi rumah tangga dan ekspor jadi kunci

ilustrasi data analysis(freepik.com/freepik)
ilustrasi data analysis(freepik.com/freepik)

Jumanto mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil di angka 5,06 persen, terutama karena adanya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang mendorong belanja masyarakat.

Investasi juga ikut menyumbang pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 1,26 persen (yoy), dipacu oleh realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara itu, ekspor mencatat kinerja gemilang dengan pertumbuhan 12,96 persen (yoy).

"Ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap kopi robusta, crude palm oil (CPO), serta produk perikanan seperti ikan dan udang," jelasnya, Rabu (7/5/2025).

2. Pertanian dan industri pengolahan jadi penopang

Ilustrasi wanita menganalisa data (freepik.com/kroshka__nastya)
Ilustrasi wanita menganalisa data (freepik.com/kroshka__nastya)

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan 5,42 persen. Kinerja ini membaik dibanding triwulan sebelumnya, berkat normalisasi siklus panen padi usai fenomena El Nino.

Sementara itu, industri pengolahan tetap kuat dengan pertumbuhan 8,79 persen, meski sedikit melambat karena tutup giling pada industri gula. Lapangan usaha lain seperti perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan juga terus tumbuh masing-masing sebesar 6,46 persen dan 8,20 persen.

3. Proyeksi dan tantangan ke depan

ilustrasi memperhatikan prospek jangka panjang perusahaan (pixabay.com/buffik)
ilustrasi memperhatikan prospek jangka panjang perusahaan (pixabay.com/buffik)

Bank Indonesia optimistis tren positif ini akan berlanjut. Pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang 2025 diperkirakan berada dalam kisaran 4,6 hingga 5,3 persen, didukung permintaan domestik dan meningkatnya investasi pasca Pemilu.

Namun, risiko tetap perlu diwaspadai. Salah satunya adalah potensi penurunan ekspor produk makanan dan minuman karena tarif resiprokal AS yang mulai berlaku pada Juli 2025.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Indonesia menyoroti tiga fokus utama:

  1. Meningkatkan produktivitas sektor hulu dan mitigasi dampak perubahan iklim.
  2. Mendorong hilirisasi berbasis komoditas unggulan secara berkelanjutan.
  3. Memperkuat ekspor melalui daya saing, diversifikasi produk, dan perluasan pasar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Silviana
EditorSilviana
Follow Us