Comscore Tracker

Melongok Desa Tegal Yoso, Destinasi Wisata Lampung Timur

Warga berlomba tanam sayur di pekarangan

Lampung Timur, IDN Times - Destinasi wisata menjadi salah satu upaya memajukan suatu daerah. Sebab, lewat wisata, daerah tersebut bisa mengenalkan keunikan dan potensi yang ada. 

Di Lampung Timur saat ini sedang menggarap destinasi wisata ke desa lho. Tepatnya di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Porbolinggo.  Itu merupakan daerah wisata dikelola konsorsium YKWS, Walhi, Dinas PMD, TPKK Lampung Timur dan masyarakat setempat.

Menariknya, ini merupakan garapan pertama wisata ke desa yang ada di Lampung.  Sebagai pemicu, Kelurahan Tegal Yoso mengadakan lomba pemanfaatan pekarangan tanam sayuran antar Kelompok Wanita Tani.

"Ini jadi beban kita semua karena baru pertama di Lampung. Kalau wisata desa ini berjalan bisa jadi sumber pendapatan. Makanya ini perlu dilengkapi sarana seperti toilet atau lahan parkir," kata Kepala Dinas Pariwisata Lampung Timur, Junaidi, Kamis (26/8/2021).

1. Kriteria penilaian lomba sayur

Melongok Desa Tegal Yoso, Destinasi Wisata Lampung TimurDesa Tegal Yoso, Kecamatan Porbolinggo, Kabupaten Lampung Timur digarap jadi destinasi wisata desa. (IDN Times/Silviana).

Selama kurang lebih dua bulan, masyarakat kampung Tegal Yoso mulai menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing. Pantauan IDN Times, jenis sayuran yang di tanam beraneka ragam seperti pakcoy, bunga kol, daun bawang, cabai, tomat dan terong.

Saat ini tamanan sayuran itu sudah tumbuh subur di dalam polibet dan siap dinilai oleh tim penilai dari kabupaten, YKWS dan kelurahan.

Menurut Isyanto selaku Project Manager kriteria penilaian meliputi, tanaman tumbuh subur, keindahan penataan sayuran, dan presentase luas pekarangan.

"Gak masalah jenis tanamannya apa aja karena ini masih swadaya, jadi bibit seadanya. Luas pekarangan juga gak ngaruh, walau pun sempit asal tanamannya padat itu bagus," terang Isyanto.

Baca Juga: Kreatif Jaga Ketahanan Pangan, Lampung Timur Gelar Lomba Tanam Sayur

2. Fokus pemberdayaan perempuan

Melongok Desa Tegal Yoso, Destinasi Wisata Lampung TimurDesa Tegal Yoso, Kecamatan Porbolinggo, Kabupaten Lampung Timur digarap jadi destinasi wisata desa. (IDN Times/Silviana).

Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur, Yus Bariah Dawam Raharjo mengucapkan terima kasih atas antusias kelompok tani yang terus belajar menjadi petani hebat. Menurutnya, pembentukan wisata ke desa ini akan fokus memberdayakan perempuan.

"Kalau melihat potensi di Desa Tegal Yoso saya yakin tidak akan sulit mewujudkan wisata ke desa ini. Tentunya itu perlu ada kerjasama dengan dinas pariwisata, pertanian, pendidikan dan kesehatan supaya hasilnya maksimal," ungkapnya.

Yus berharap, kegiatan wisata ke desa ini tidak hanya belajar tentang administrasi saja. Melainkan, membuat keunikan di setiap dusun.

"Nanti di enam dusun ini memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Misal dusun satu belajar tentang madu, jadi kalau wisatawan datang ke dusun satu belajar tentang budidaya madu," jelasnya.

3. Setiap kampung sudah dipetakan menjadi desa unggulan

Melongok Desa Tegal Yoso, Destinasi Wisata Lampung TimurDesa Tegal Yoso, Kecamatan Porbolinggo, Kabupaten Lampung Timur digarap jadi destinasi wisata desa. (IDN Times/Silviana).

Camat Purbolinggo mengatakan sudah memetakan setiap desanya akan memiliki potensi wisata masing-masing. Di antaranya, kampung madu lanceng, kampung pisang, kampung burung hantu.

"Beberapa desa sudah kami mapping jadi desa unggulan. Ada juga desa kampung layer atau telur. Jadi bisa saling belajar antar desa nantinya," ujarnya.

4. 90 persen masyarakat Tegal Yoso Petani

Melongok Desa Tegal Yoso, Destinasi Wisata Lampung TimurDesa Tegal Yoso, Kecamatan Porbolinggo, Kabupaten Lampung Timur digarap jadi destinasi wisata desa. (IDN Times/Silviana).

Ketua PKK Desa Tegal Yoso, Yohana berharap dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan menjadi desa wisata. Sehingga upaya masyarakat dalam menanam sayur tidak hanya sekadar untuk lomba saja melainkan bisa lebih berkembang lagi.

Menurutnya, ibu-ibu petani di Tegal Yoso sudah biasa bertani. Sebab 90 persen masyarakatnya merupakan petani.

"Jadi sekarang itu sayuran yang ditanam tidak hanya konsumsi pribadi saja tapi dijual juga di pasar. Kita saling koordinasi, misal ada yang butuh sayuran apa nanti kita tanyakan siapa yang punya," tuturnya.

Baca Juga: Budidaya Anggur Impor di Lampung Timur, Bertahan hingga Puluhan Tahun 

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya