Comscore Tracker

Cara Simpel Hindari Peretasan Akun, Wajib Aktifkan Fitur Ini

Kalau sudah diaktifkan akun kamu gak bisa diambil alih

Bandar Lampung, IDN Times - Perkembangan teknologi semakin canggih memudahkan kita mengakses apa pun. Ada banyak fitur bisa dimanfaatkan untuk mempermudah urusan seperti belanja, bertemu kerabat yang jauh hingga mencari hiburan.

Namun dampak positif dihasilkan teknologi juga dibarengi dengan dampak negatif jika kita tidak hati-hati dalam mengaksesnya. Dampak paling mengancam bisa terjadi oleh siapa pun adalah peretasan akun.

Nah berikut IDN Times rangkum penjelasan dari Jupriyadi, Dosen Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia bagaimana menghindari akun dari peretasan.

Baca Juga: Bikin Green Corner, UIN Lampung Olah Limbah Sendiri di Kampus

1. Hati-hati saat mengisi data pribadi

Cara Simpel Hindari Peretasan Akun, Wajib Aktifkan Fitur IniANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Jupriyadi menjelaskan, aplikasi tersedia saat ini umumnya mewajibkan para pengguna mendaftarkan nomor telepon, kemudian akan mengirimkan kode verifikasi melalui pesan untuk memastikan bahwa kita adalah pemilik nomor yang didaftarkan.

Selain itu, pengguna juga diminta data pribadi seperti tanggal lahir, alamat rumah dan lain sebagainya untuk kebutuhan tertentu.

Namun di sisi lain, para pengguna aplikasi atau masyarakat pada umumnya kurang memperhatikan sisi keamanan dari akun yang digunakan.

"Padahal ada ancaman cukup berbahaya di mana akun pengguna dapat diambil alih oleh orang lain yang tidak bertanggungjawab sehingga bisa merugikan pemilik akun mau pun orang lain," kata Jupriyadi.

2. Pihak peretas kerap meminta pinjaman uang

Cara Simpel Hindari Peretasan Akun, Wajib Aktifkan Fitur IniIlustrasi peretasan data (IDN Times/Sukma Shakti)

Menurut Jupriyadi, salah satu tanda bahwa akun sudah diretas adalah kamu tidak dapat masuk ke dalam aplikasi serta ada permintaan meminta ulang kode verifikasi akun.

"Ini adalah salah satu tanda bahwa kemungkinan besar akun kita sudah diambil alih oleh orang lain," terangnya.

Menurutnya, kasus peretasan sering ia temui adalah akun Watshapp milik rekannya yang digunakan untuk meminjam uang dengan nominal tertentu. "Padahal rekan saya tidak melakukannya. Hal ini tentunya akan banyak merugikan baik bagi pemilik akun maupun orang lain," ujarnya.

Baca Juga: Program MBKM di Unila, Mahasiswa Bisa Magang di Google Loh

3. Wajib aktifkan autentikasi dua langkah

Cara Simpel Hindari Peretasan Akun, Wajib Aktifkan Fitur IniIlustrasi keamanan data. (pexels.com/pixabay)

Untuk meminimalkan kemungkinan pengambilalihan akun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, kata Jupri, pengembang aplikasi sebetulnya sudah membuat sejumlah fitur pengaman.

Salah satu antisipasi itu adalah autentikasi dua langkah atau dikenal dengan Two Factor Authentication (2FA). Menurutnya, dengan fitur ini, untuk masuk ke aplikasi perlu melakukan autentikasi dua kali.

"Jika ingin menggunakan aplikasi whatsapp tidak hanya memasukkan kode verifikasi yang dikirim melalui SMS, namun harus memasukkan kode lain dengan cara yang berbeda. Misalnya menggunakan pin atau verifikasi kode melalui email," paparnya.

Jupri menambahkan pentingnya mengaktifkan fitur ini supaya password akun yang telah diretas tidak akan membuat akun kamu diambil alih.

"Akun tidak dapat digunakan karena ada kode atau model verifikasi lain yang harus dipenuhi," kata dia.

Baca Juga: Unila Campus Garden, Misi Konservasi Anggrek Terancam Punah

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya