Comscore Tracker

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!

Hari ini terakhir submit Indonesia Digital Tribe!

Bandar Lampung, IDN Times - Masih ingat drama Start Up yang membuat se-aentero Indonesia heboh dengan dua kubunya yaitu Tim Nam Dosan dan Tim Han Ji Pyeong?

Ternyata tidak segampang seperti yang kita lihat di drama. Membangun start up itu tidak mudah lho dan sosok partner dalam mengembangkan usaha ternyata sangat penting.

Apalagi hari ini, Jumat (4/2/2022) merupakan hari terakhir pendaftaran Indonesia Digital Tribe untuk kamu yang berkeinginan membangun usaha bidang start up! Sebelum itu, kamu bisa baca beberapa tips soal membangun start up dan mencari partner dari Co Founder & COO Xendit, Tessa Wijaya!

1. Menjadi founder yang baik

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!Tangkapan layar kegiatan webinar Indonesia Digital Tribe. (IDN Times/Istimewa)

Dalam Indonesia Digital Tribe’s Webinar Series, Tessa Wijaya menjelaskan kunci utama awal membangun start up adalah ide.

“Start up itu identik dengan membuat ide. Kita bisa menjadi founder yang baik jika kita juga bisa menjadi salesman atau saleswoman,” kata Tessa dalam webinarnya, Jumat (4/2/2022).

Tessa melanjutkan, founder harus bisa menjual produknya, nilai perusahaan, bahkan impiannya.

“Kita harus bisa menjual dulu, bagaimana menjual produk kita, misi kita kepada orang yang mau bergabung dengan kita. Menjual misi ke investor, apalagi dibidang start up memang membutuhkan dana dari investor, sehingga kita harus bisa menjual perusahaan dan impian kita, kedepannya mau dibawa kemana,” jelasnya.

2. Cari partner pelengkapi

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!Drama Korea Start Up dari https://id.pinterest.com/

Tessa mengatakan, jangan pernah berfikir saat memulai bisnis, akan menggandeng teman saja tanpa pertimbangan lainnya. “Karena menyaring partner itu tidak sebatas itu saja, tidak masalah jika menggaet teman sebagai partner tapi harus melihat sisi lainnya juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, memilih partner, secara strategis harus complimentary, dalam arti kata melengkapi apa yang belum ada pada diri sendiri. “Misalnya saya jago dibidang sales, dan saya butuh orang IT, maka saya akan cari partner yang jago koding, apalagi mau membangun start up ya, pasti perlu teknologi yang kuat,” imbuhnya.

Sehingga penting mengetahui kelebihan dan kekurangan diri untuk memulai sebuah bisnis start up.

Baca Juga: Pixel Ninja by Kuncie Hadir Tingkatkan Kompetensi Talenta Kreatif

3. Cari partner dengan misi sama

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!Nam Dosan, salah satu pemeran utama dalam drama Start Up

Menurut Tessa, seorang founder pasti memiliki visi, dan ketika mencari partner maka partner tersebut harus setuju atau sama visinya dengan founder tersebut. Oleh karenanya, sangat penting mencari partner yang memiliki satu misi sehingga nantinya akan terjalin sebuah tim yang solid dan pakem.

“Misalnya visi kami adalah bisa membuat aplikasi yang dapat mengembangkan infrastruktur pembayaran di Indonesia, maka semua tim itu harus percaya akan hal itu, percaya pada visi itu. Itu akan membuat impact yang amat sangat besar,” ujarnya.

“Kalau misalnya partner saya tidak percaya dengan misi itu, ya percuma saja. Tidak akan berjalan mulus pastinya,” tambah Tessa.

4. Jangan baper ketika belum cocok dengan partner

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!instagram.com/@tvndrama.official

Ketika tidak cocok dengan partner dalam prosesnya, maka jangan dulu terbawa perasaan yang malah membuat kacau produk yang akan dibuat. Tessa melanjutkan, ada strategi jitu untuk menemukan partner yang cocok yaitu dengan mengeneralisasi dengan baik diri masing-masing.

“Pada awal membangun start up itu sulit sekali. Konflik itu tak dipungkiri pasti ada. Tapi kita harus survive, tak boleh egois dan idealis. Bagaimanapun caranya kita harus selamat karena pasti banyak sekali tantangannya pada saat kita memulai start up,” jelasnya.

Mencari partner yang tak egois dan idealis yang dimaksud Tessa adalah tak perlu orang yang mempunyai keahlian di satu bidang namun egois alias tak mau membantu di bidang lain. Tapi harus mencari orang yang mau melakukan apa saja agar start up dapat berjalan sukses.

5. Meski teman, tetap ada wewenang masing-masing

Tips Buat Kamu Cari Partner Bikin Start Up, Jangan Mudah Baper!drama Korea Start-Up (dok. Netflix)

Dalam membuka start up bersama-sama, tim memang merupakan teman atau partner masing-masing. Namun harus tetap memiliki batasan dan tahu mana memiliki wewenang memutuskan pendapat.

“Ini juga penting, jadi ketika kita beradu pendapat, kan harus ada jalan keluarnya. Maka meski berpartner, harus tetap ada jenjang jabatan. Jika ada perbedaan pendapat dalam tim, maka CEO adalah pemegang keputusan terakhir yang harus diikuti oleh semua anggota tim,” ujarnya.

Baca Juga: Nomor Seluler Telkomsel Prabayar Hangus? Begini Cara Reaktivasi

Topic:

  • Rohmah Mustaurida
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya