5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisis

Teknologi bisa berdampak positif jika digunakan dengan bijak

Bagi kamu bagian dari generasi milenial dan Gen Z, pasti pernah mendengar istilah quarter life crisis? Istilah ini sering kita dengar di media sosial dan banyak orang yang mengalaminya. Lalu, apa sih quarter life crisis itu? 

Dilansir Forbes dalam artikelnya yang berjudul "Signs You’re Having A Quarter-Life Crisis (And What To Do About It)", Quarter life crisis adalah periode di mana seseorang berusia 20-an hingga pertengahan 30-an merasa cemas, bingung, dan tidak memiliki arah dalam hidup mereka. Krisis ini dapat disebabkan berbagai faktor, seperti tuntutan untuk sukses, ekspektasi sosial, jodoh, dan ketidakpastian akan masa depan.

Jadi, jika kamu sekarang berusia 20-an dan mengalami tanda-tanda seperti sering merasa dilanda cemas dan gelisah. Lalu muncul rasa tidak puas dengan karier, hubungan, kehidupan sosial, atau bahkan memiliki pikiran untuk menyalahkan diri sendiri, bisa jadi kamu mengalami apa yang namanya quarter life crisis.

Di era digital seperti sekarang, sebenarnya kamu bisa memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hal ini. Berikut ini beberapa tips memanfaatkan teknologi mungkin bisa membantumu mengatasi quarter life crisis.

1. Ikuti akun atau komunitas memberikan inspirasi di media sosial

5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisisilustrasi menggunakan media sosial dengan menyenangkan (freepik.com/stories)

Media sosial menjadi salah satu alasan alasan kenapa orang mudah stres. Dilansir HelpGuide.org, dengan artikelnya berjudul "Social Media and Mental Health", bermain media sosial terlalu sering dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, FOMO, bahkan depresi.

Itu terjadi karena sebagian besar pengguna media sosial tidak menyaring akun mana saja yang diikuti. Media sosial itu luas, di dalamnya terdapat banyak sekali orang-orang sukses seperti para influencer, secara tidak langsung itu akan membuat kita insecure bahkan iri, karena membanding-bandingkan nasib orang lain dengan diri kita. 

Oleh karena itu, ikutilah akun-akun memberikan dampak positif seperti komunitas dengan minat yang sama, atau akun-akun membahas kesehatan mental. Hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain, khususnya dengan para influencer, karena memang tidak akan ada habisnya. Berfokuslah pada akun-akun yang memberikan inspirasi.

Baca Juga: Telkomsel Poin Berakhir 31 Desember 2023, Tukar untuk Undian Berhadiah

2. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan lewat kursus online

5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisisilustrasi kursus online (freepik.com/freepik.com/pikisuperstar)

Teknologi dapat memberikan dampak positif, salah satunya adalah kamu bisa meningkatkan keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang kamu miliki. Di era digital, terdapat banyak sekali video tutorial dan kursus online gratis maupun berbayar.

Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, itu akan membuka peluang kesuksesan menjadi semakin besar. Saat ini terdapat banyak sekali platform kursus online yang dapat kamu gunakan.

Bandingkan dengan sebelum era digital, meningkatkan keterampilan saat itu harus datang ke tempat kursus secara langsung. Sedangkan di era digital kita bisa menghemat lebih banyak waktu, dan tentunya mempermudah kita untuk mengatasi quarter life crisis

3. Gunakan telemedicine untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog

5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisisilustrasi seorang psikolog (freepik.com/freepik)

Teknologi memberikan kemudahan hampir pada semua bidang, termasuk kesehatan. Kini berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sudah semakin mudah dengan adanya telemedicine atau konsultasi kesehatan jarak jauh.

Telemedicine bisa kamu gunakan untuk berkonsultasi pada profesional seperti psikolog saat sedang mengalami quarter life crisis. Jika kamu mengalami rasa cemas berlebihan sampai terasa mengganggu, tidak usah ragu untuk menghubungi psikolog.

Terdapat berbagai aplikasi telemedicine untuk bisa terhubung dengan psikolog. Kamu bisa berkomunikasi dengan psikolog lewat chat atau panggilan video. 

Selain itu, dengan aplikasi telemedicine biasanya kita dapat memesan obat bebas maupun obat resep dokter. Nah, orang dengan quarter life crisis biasanya mengalami kecemasan, bahkan berujung pada gangguan lambung seperti maag.

4. Mengekspresikan minat dan bakat di media sosial

5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisisseseorang sedang berekspresi di depan kamera (freepik.com/lifestylememory)

Dengan teknologi, kamu bisa membagikan dan mengekspresikan minat yang kamu miliki. Misalnya, jika kamu suka menulis cerita, kamu bisa menulis di platform penulisan novel online.

Jika kamu suka musik, kamu bisa bernyanyi dan cover lagu kemudian mengunggahnya ke YouTube atau TikTok. Pokoknya, apapun hobi, minat, dan bakat kamu, semuanya bisa kamu bagikan dengan mudah ke semua orang.

Jangan lupa untuk bergabung dalam komunitas dengan minat yang sama untuk membangun persaudaraan dan pertemanan yang baru. 

5. Gunakan teknologi untuk berinvestasi dan perencanaan keuangan

5 Tips Memanfaatkan Teknologi untuk Atasi Quarter Life Crisisilustrasi investasi di era digital (freepik.com/rawpixel-com)

Teknologi yang semakin maju juga mempermudah kita untuk berinvestasi. Adanya platform atau aplikasi investasi, seperti reksa dana atau jenis investasi legal lainnya.

Orang dengan quarter life crisis biasanya akan mencemaskan kondisi keuangan di masa depan. Berinvestasi lewat aplikasi reksa dana bisa menjadi salah satu solusinya.

Namun, yang harus dicatat adalah pilihlah platform investasi online sudah besar, berizin, dan terpercaya. Kenali juga keuntungan dan risiko berbagai jenis investasi, supaya kamu tidak salah pilih.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan aplikasi di HP untuk mengatur rencana keuangan, agar gaji atau pendapatan setiap bulan bisa digunakan secara efektif tanpa harus boros.

Kesimpulannya, teknologi itu tak selalu membawa pengaruh negatif. Dengan pikiran yang jernih dan bijak, teknologi akan sangat bermanfaat, bahkan bisa mengatasi quarter life crisis. Sebaliknya, jika kita tidak bijak menggunakan teknologi dan media sosial, justru itu akan semakin memperparah quarter life crisis. 

Baca Juga: Ini Kesiapan Jaringan XL Axiata Hadapi Lonjakan Trafik Libur Nataru

Hilman Azis Photo Community Writer Hilman Azis

Seorang penulis yang menyukai berbagai hal termasuk budaya populer.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya