5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di Pantai

Penampilannya mirip alien!

Pernah tidak kamu menemukan objek berbentuk seperti tapal kuda raksasa di sekitar pantai? Kalau iya, apa yang kamu lihat itu bukanlah sebuah benda atau tapal kuda sungguhan, melainkan seekor hewan bercangkang, lho.

Namanya adalah kepiting tapal kuda (Limulidae), keluarga artropoda bisa ditemukan di pesisir pantai serta perairan dangkal berpasir dan berlumpur yang dapat dijumpai di pesisir barat Samudra Atlantik, pesisir utara Samudra Hindia, sampai beberapa area di Asia Tenggara dan Pasifik. Penampilan mereka sekilas mirip seperti ikan pari karena bentuknya pipih dan adanya sebuah sengat panjang nampak berbahaya.

Nah, selain bentuknya yang unik tersebut, kepiting tapal kuda juga punya sederet fakta menarik lain pasti membuatmu tercengang. Penasaran, kan? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Tidak berkerabat dengan kepiting

5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di Pantaisepasang kepiting tapal kuda (pixabay.com/NadineDoerle)

Meski ada kata 'kepiting' dalam namanya, tetapi sebenarnya kepiting tapal kuda sama sekali tidak berkerabat dengan keluarga kepiting, lho. Mereka justru berkerabat dengan hewan-hewan hidup di darat secara penampilan sama sekali tidak mirip dengan mereka.

Dilansir Smithsonian National Zoo, sebagai keluarga artropoda, kepiting tapal kuda justru adalah kerabat dekat dari kalajengking dan laba-laba. Selain dari kekerabatan itu, hewan ini cenderung tidak memiliki persamaan dengan hewan lain. Bahkan, mereka adalah satu-satunya hewan tersisa dari ordo Xiphosura.

2. Sudah ada sejak zaman dinosaurus

5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di Pantaicangkang kepiting tapal kuda yang tak pernah berubah sejak zaman dinosaurus (pixabay.com/ckaras)

Menurut Ocean Conservacy, para arkeolog telah menemukan sebuah fosil dari seekor kepiting tapal kuda dengan genus Lunataspis aurora. Setelah diteliti lebih lanjut, terkuak fakta kalau fosil tersebut sudah berusia 450 juta tahun.

Menariknya, kondisi fisik dari fosil kepiting tapal kuda itu masih sangat mirip dengan jenis kepiting tapal kuda masih ada sampai saat ini. Itu artinya, selain hewan ini sudah ada sejak zaman dinosaurus, kepiting tapal kuda hampir tidak berubah penampilan sama sekali.

Maka dari itu, secara tidak langsung sebenarnya kita sedang melihat dinosaurus masih hidup di zaman modern.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Bawang Putih, Dapat Berbunga hingga Ampuh Usir Hama

3. Darahnya berwarna biru punya banyak manfaat untuk manusia

5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di PantaiGerombolan kepiting tapal kuda yang berhasil ditangkap oleh manusia di pesisir pantai. (pixabay.com/PublicDomainImages)

Salah satu keunikan dari kepiting tapal kuda adalah darahnya berbeda warna daripada kebanyakan hewan lain. Biru terang adalah warna darah dimiliki oleh hewan ini disebabkan karena perbedaan kandungan protein dalam darahnya.

Smithsonian National Zoo melansir, jika darah berwarna merah dihasilkan karena adanya protein hemoglobin terbuat dari zat besi, darah kepiting tapal kuda justru mengandung protein berbeda disebut hemocyanin. Nah, hemocyanin ini justru lebih banyak mengandung tembaga membuat warna pada darah bisa menjadi biru cerah.

Menariknya, lewat darah birunya inilah kepiting tapal kuda bisa dimanfaatkan oleh manusia. Selain protein hemocyanin, darah mereka mengandung enzim bernama Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Enzim tersebut akan membeku ketika terpapar bakteri endotoksin pastinya berbahaya.

Oleh sebab itu, enzim LAL dimanfaatkan oleh perusahaan biomedis untuk mengetes obat-obatan, membuat vaksin, sampai membuat implan. Hal ini diperlukan supaya obat, vaksin, atau implan beredar itu telah aman dari ancaman bakteri endotoksin.

4. Memiliki kaki khusus dan 10 mata

5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di Pantaitampilan tubuh bagian bawah dari kepiting tapal kuda (pixabay.com/k135)

Mirip seperti jenis artropoda lainnya, kepiting tapal kuda juga memiliki banyak kaki membantunya untuk bergerak. Totalnya ada 6 pasang kaki tersebar di sekujur tubuhnya. Menariknya, tak semua kaki itu digunakan untuk berjalan, lho.

Dilansir Ocean Conservacy, kepiting tapal kuda hanya menggunakan 5 pasang kakinya untuk berjalan. Sedangkan sepasang kaki lainnya yang bernama chelicera yang terletak di dekat mulutnya mereka gunakan untuk hal lain. Dengan bentuk chelicera menyerupai sepasang penjepit, kaki tersebut lebih dimanfaatkan kepiting tapal kuda menangkap dan memasukkan mangsanya ke dalam mulutnya.

Tak hanya itu, menurut Florida Fish and Wildlife Conservation Commission, mata dari hewan satu ini terbilang sangat banyak. Total ada 10 mata dapat dijumpai di tubuhnya.

2 mata terletak di atas cangkangnya (prosoma) yang sangat sensitif dengan cahaya dan 8 sisanya berada di bawah tubuhnya, terutama bagian ekor yang berfungsi sebagai 'photo receptors'.

5. Meski tampilannya garang, mereka tidak berbahaya bagi manusia

5 Fakta Kepiting Tapal Kuda, Fosil Hidup Tinggal di Pantaikepiting tapal kuda yang tak berbahaya bagi manusia (pixabay.com/27707)

Sekilas penampilan dari kepiting tapal kuda memang sangat menyeramkan. Dengan cangkang besar berduri dan penampilan bagian bawah menyerupai alien, orang yang baru pertama kali melihat hewan ini mungkin akan bergidik ngeri. Ditambah lagi, kehadiran sungut menyerupai ikan pari juga menambah kesan 'berbahaya' dari hewan ini.

Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Kita, manusia, justru merupakan ancaman bagi kepiting tapal kuda karena dalam proses pengambilan darah biru mereka, seekor kepiting tapal kuda biasanya akan mati. 

Selain itu, mengutip dari Florida Fish and Wildlife Conservation Commission, kepiting tapal kuda juga sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Mereka tidak menggigit ataupun menyengat manusia dengan sungutnya.

Justru, kalau kita memegang sungutnya, maka mereka lah yang akan kesakitan. Hanya saja, bagian berduri dari sisi cangkangnya memang bisa menusuk jika tidak dipegang dengan hati-hati.

Secara keseluruhan kepiting tapal kuda merupakan hewan tak berbahaya dan punya manfaat besar bagi dunia medis manusia. Tak cuma itu, mereka juga memainkan peran penting pada ekosistem karena mereka bisa menjadi sumber makanan bagi predator sekitar. Bahkan, telur-telur mereka juga bisa menjadi santapan bagi makhluk-makhluk kecil yang pada akhirnya akan menjaga ekosistem agar tetap stabil.

Baca Juga: 5 Bintang Paling Terang Menakjubkan di Malam Hari, Indah Banget!

Anjar Triananda Ramadhani Photo Community Writer Anjar Triananda Ramadhani

Animal Lovers and Smartphone Enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya