TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Gaboon Viper, Ular Berbisa Miliki Taring Terpanjang

Ular berbisa mematikan terbesar di family Viperidae

potret ular berbisa Gaboon viper (Bitis gabonica) yang dapat menyamarkan diri dengan lingkungan sekitarnya (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Ular Gaboon viper memiliki nama latin Bitis gabonica merupakan ular berbisa dari family Viperidae dan genus Bitis populasinya dapat ditemukan di hutan hujan (rainforest) dan padang savana sub sahara Afrika. Wilayah persebaran populasinya meliputi Afrika tengah, Afrika selatan dan Afrika barat. Orang-orang lokal di Afrika kerap menyebut ular ini dengan nama "Gaboon Afrika". 

Ular Gaboon viper ini seringkali rancu dengan kerabat dekatnya yaitu ular viper badak (rhinoceros viper) memiliki nama latin Bitis nasicornis. Meskipun memiliki kemiripan karena berasal dari genus sama yaitu Bitis, namun terdapat perbedaan bentukan fisik dapat dilihat di antara mereka.

Dilansir Britannica, viper badak memiliki warna lebih cerah dan tonjolan menyerupai tanduk atau cula di ujung hidungnya lebih terlihat bila dibandingkan dengan milik Gaboon Viper. Diketahui saat ini ular Gaboon viper tidak memiliki subspesies.

Ingin tahu tentang ular berbisa dengan taring terpanjang ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Merupakan ular terbesar di family Viperidae

ular Gaboon viper bukan ular yang agresif dan cenderung bergerak secara lambat dan tenang (commons.wikimedia.org/Marius Burger)

Dilansir Animaldiversity, Gaboon viper merupakan ular berbisa terbesar di family Viperidae (ular viper) dengan rata-rata panjang ular dewasanya sekitar 1,2 m. Namun demikian terdapat sejumlah catatan ular Gaboon viper mencapai panjang sekitar 2,2 m atau bahkan lebih. Memiliki kepala berbentuk segitiga dengan lebar sekitar 12,7 cm, Gaboon viper bisa mencapai berat hingga 10 kg.

Pola warna Gaboon viper benar-benar memukau, membentuk desain simetris membuat pola unik pada sisiknya. Warna dasar biasanya berwarna cokelat atau agak keungu-unguan.

Di atasnya terdapat pola berbentuk segi empat berwarna kekuningan berjajar dengan rapi di bagian tengah punggung. Sisi perut berwarna kuning muda dengan bintik-bintik gelap tersebar. Di sepanjang sisi tubuh terdapat pola segitiga berwarna kecokelatan. Mata mereka berwarna keabu-abuan dengan sedikit warna perak.

Baca Juga: Fakta Ilmiah Silika Gel, Tak Banyak yang Tahu

2. Memiliki taring terpanjang di antara semua ular berbisa

Dilansir Livescience, salah satu fakta dari ular Gaboon viper ini adalah ular berbisa memiliki taring terpanjang di antara semua ular berbisa lainnya.Taring Gaboon viper bisa mencapai panjang sekitar 5 cm.

Dalam perbandingan, taring salah satu ular berbisa terkenal di dunia lainnya seperti King kobra (Ophiophagus hannah) adalah sekitar 1,3 cm artinya masih kalah jauh dari milik Gaboon Viper ini.

Dilansir A-Z-animals, selain memiliki taring terpanjang di antara semua jenis ular berbisa, Gaboon Viper juga merupakan salah satu ular paling berbisa di dunia dalam hal kuantitas jumlah racun disuntikkan per gigitan kepada korbannya.

Secara rata-rata, Gaboon viper mampu menyuntikkan sekitar 200 mg hingga 1000 mg bisa ke tubuh korbannya dalam satu kali gigitan. Namun dalam sejumlah penelitian, dilaporkan ular ini mampu menyuntikkan bisa hingga 2.400 mg sekaligus merupakan jumlah sangat ekstrem mengingat jumlah maksimum bisa dapat disuntikkan ular berbisa lainnya rata-rata sekitar 1.100 hingga 1.500 mg.

3. Ular cenderung pasif

potret kerangka utuh ular Gaboon viper (commons.wikimedia.org/Stefan3345)

Berbeda dengan salah satu ular paling berbisa lainnya dari benua Afrika seperti Black Mamba (Dendroaspis polylepis) terkenal dengan reputasi agresifnya terlebih bila terancam, Gaboon Viper merupakan ular cenderung pasif. Dilansir A-Z-animals, ular berbisa ini mengejutkan para ilmuwan karena sifatnya pasif dan cenderung tenang.

Catatan mengenai reputasinya menyerang manusia sangat jarang terjadi dan jikalau terjadi biasanya karena manusia secara tidak sengaja menginjaknya di alam liar atau manusia secara aktif melakukan provokasi terhadap ular tersebut.

Dalam hal berburu, meski mampu berburu secara aktif di kegelapan malam karena sifatnya sebagai hewan nokturnal, Gaboon Viper cenderung menunggu dan melakukan serangan mendadak (ambush) terhadap mangsanya. Gaboon Viper memiliki warna kamulfase sisik sempurna sehingga dapat tersamarkan dengan dedaunan di lantai hutan dan tidak terlihat mangsanya.

Hewan-hewan biasa dimangsa oleh Gaboon viper adalah burung, tikus, kelinci, katak, monyet kecil, landak hingga anak antelop.

4. Ular Gaboon viper melahirkan anak

ular Gaboon viper biasanya menunggu dan menyergap mangsanya ketika berburu (commons.wikimedia.org/H. Zell)

Salah satu fakta dari ular Gaboon Viper ia merupakan makhluk ovovivipar (ovoviviparous) melahirkan anak-anaknya. Sebagaimana diketahui proses pembuahan pada hewan ovovivipar berlangsung dalam tubuh induk betinanya dan embrio berkembang di dalam telur lalu telur tersebut akan menetas di dalam tubuh induknya.

Ketika waktunya telah tiba bayi hewan tersebut akan keluar dari tubuh induknya sama seperti dalam proses melahirkan. Dilansir Reptilesmagazine, sebagian besar ular viper adalah ovovivipar meskipun terdapat sejumlah spesies ular viper bertelur (ovipar).

Dilansir Animaldiversity, Gaboon viper kawin saat musim hujan di Afrika yaitu antara September dan Desember. Ular tersebut memiliki masa kehamilan sekitar 7 bulan dan melahirkan sekitar 30 hingga 40 anak ular sekaligus.

Baca Juga: 7 Fakta Punai Gading, Merpati Berbulu Indah Asal Asia Tenggara

Verified Writer

Dodi Wijoseno

Penyuka Sejarah, mountain hiking dan olah raga

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya