dr Iswandi menyampaikan, sebelum mengetahui lebih banyak masalah pemeriksaan tersebut kita harus mengerti dulu bagaimana pembentukan antibodi dalam tubuh.
"Misal ada satu pasien kontak dengan pasien yang terkonfirmasi dia tidak langsung sakit. Ada namanya periode inkubasi yaitu suatu periode di mana kuman masuk sampai dia menghasilkan sebuah penyakit," terangnya.
Setelah masa inkubasi itu, lanjutnya, maka akan menunjukkan gejala dan menghasilkan antobodi pertama namanya IgM (Immunoglobulin M). Itu dihasilkan oleh sel plasma akibat adanya virus Corona.
"Sehingga jika melakukan pengecekan rapid test sehari setelah kontak dengan pasien COVID-19, misal kontaknya hari Senin kemudian di cek rapid test hari Selasa ya gak bakal muncul. Hasilnya bakal negatif palsu," ungkapnya.
Akan tetapi menurutnya jika mau, bisa dilakukan evaluasi selama 14 hari dari hasil rapid tes antibodinya.