Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
community.idntimes.com
Seminar YKI Lampung terkait peringatan hari Kangker Sedunia. (IDN Times/Muhaimin)

Intinya sih...

  • Fokus edukasi dan pendampingan pasien

    • YKI Lampung memiliki tiga fokus utama: edukasi masyarakat, deteksi medis cepat, dan dukungan moral bagi pasien kanker.

  • Edukasi menjadi kunci karena banyak kanker terdeteksi dalam stadium lanjut akibat minimnya kesadaran masyarakat.

  • YKI akan memaksimalkan media sosial seperti TikTok dan Instagram sebagai sarana edukasi.

  • Teknologi AI untuk skrining kanker paru

    • Diperkenalkan teknologi skrining kanker paru berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh PT Sinergi Global Alkesindo.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Peringatan Hari Kanker Sedunia dimanfaatkan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan PT Global Sinergi Alkesindo mendorong kesadaran deteksi dini kanker di tengah masyarakat.

Lewat seminar bertajuk The Innovative CT CAD Lung Cancer Screening yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (14/2/2026), YKI menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan lonjakan kasus kanker.

Perwakilan YKI, dr. Zamzanariah, mengatakan kanker menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas bersama.

“Kanker tidak bisa dilawan satu dua lini saja. Pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, organisasi sosial, semuanya harus bahu-membahu,” ujarnya.

1. Fokus edukasi dan pendampingan pasien

Perwakilan dari YKI Lampung, dr. Zamzanariah. (IDN Times/Muhaimin)

Zamzanariah menjelaskan, YKI Lampung memiliki tiga fokus utama. Pertama, edukasi masyarakat agar memahami tanda-tanda awal kanker dan tidak mengabaikan gejala ringan.

Kedua, bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memperkuat deteksi medis yang cepat dan tepat. Ketiga, mendampingi serta memberi dukungan moral bagi pasien kanker, terutama yang kurang mampu.

Menurutnya, edukasi menjadi kunci karena masih banyak kanker yang terdeteksi dalam stadium lanjut akibat minimnya kesadaran masyarakat. Bahkan, beberapa jenis kanker bersifat “silent” atau tanpa gejala hingga menyebar ke organ lain.

“Kadang pasien datang dengan keluhan berat, ternyata sudah stadium akhir. Padahal kalau terdeteksi lebih awal, peluang kesembuhan jauh lebih besar,” jelasnya.

Ke depan, YKI juga akan memaksimalkan media sosial seperti TikTok dan Instagram sebagai sarana edukasi agar informasi bisa menjangkau hingga ke pelosok.

2. Teknologi AI untuk skrining kanker paru

Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P Wijiastuti. (IDN Times/Muhaimin)

Dalam seminar tersebut, turut diperkenalkan teknologi skrining kanker paru berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh PT Sinergi Global Alkesindo.

Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P Wijiastuti, mengatakan kanker paru menjadi salah satu kanker paling mematikan di Indonesia dan sering kali terdiagnosis pada stadium lanjut.

“Standar internasional menggunakan low dose CT scan. Namun dengan teknologi AI, nodul kecil bisa terdeteksi lebih akurat hingga 95 persen lebih,” ungkapnya.

Alat tersebut diklaim mampu mendeteksi nodul kecil yang kerap terlewat pemeriksaan konvensional. Bahkan, sistemnya bisa membandingkan hasil pemeriksaan sebelumnya dan terkini secara otomatis. Teknologi ini juga telah mengantongi persetujuan FDA Amerika Serikat.

3. RSUD Abdul Moeloek siap kolaborasi

Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghazali. (IDN Time/Muhaimin)

Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghazali, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan deteksi dini menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kematian dan biaya pengobatan.

“Dengan teknologi yang ada saat ini, kita bisa mendeteksi lebih awal, mengurangi stres pasien dan keluarga, sekaligus menekan biaya,” katanya.

Ia juga menyebut RSUD Abdul Moeloek telah memiliki dokter konsultan onkologi dari berbagai bidang, mulai dari onkologi paru, bedah, penyakit dalam hingga anak.

Meski teknologi AI untuk skrining kanker paru belum secara khusus diatur dalam skema pembiayaan BPJS, pihak rumah sakit tetap berupaya memaksimalkan layanan dengan anggaran yang tersedia.

4. Cegah lonjakan kasus 2040

Ilustrasi hasil paru-paru. (Pexels.com/Anna Shvets)

YKI menyoroti proyeksi lonjakan kasus kanker pada 2040 jika tidak ada langkah preventif yang masif. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, swasta, hingga dukungan CSR dinilai penting untuk memperluas akses skrining dan pendampingan pasien.

“Tidak semua bisa dibebankan ke pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas dr. Zamzanariah.

Melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi, YKI berharap angka kanker di Lampung bisa ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien yang tengah berjuang melawan penyakit tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team