Bandar Lampung, IDN Times – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung mencermati potensi risiko akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memberikan tekanan pada perekonomian domestik.
Meski demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Lampung 2026 diprediksi tetap mengalami tren penguatan dengan inflasi yang terkendali.
Deputi Direktur KPw BI Provinsi Lampung, Ahmad P Subarkah, mengatakan, ketegangan geopolitik global saat ini menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi.
Menurutnya, konflik tersebut memberikan tekanan tidak langsung bagi pelaku usaha di Lampung, khususnya melalui jalur kenaikan biaya energi dan volatilitas nilai tukar.
"Eskalasi konflik di Timur Tengah berisiko meningkatkan biaya energi dan logistik secara global. Hal ini berpotensi memicu tekanan nilai tukar Rupiah yang pada akhirnya meningkatkan biaya impor bahan baku bagi industri pengolahan di Lampung," ujarnya, Kamis (7/5/2026).
