Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspadai Geopolitik Global, BI Proyeksi Ekonomi Lampung 2026 Menguat
ilustrasi ekonomi (freepik.com/freepik)
  • Bank Indonesia Lampung menyoroti risiko ekonomi akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan biaya energi, logistik, dan tekanan nilai tukar Rupiah.
  • Meski ada ketidakpastian global, BI Lampung optimistis ekonomi 2026 menguat berkat peningkatan permintaan domestik, pembangunan infrastruktur, serta produktivitas pertanian yang terus tumbuh.
  • Tingkat inflasi Lampung diproyeksikan tetap stabil di kisaran 2,5 ± 1% melalui sinergi TPID dan GNPIP dalam menjaga pasokan pangan dan daya beli masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung mencermati potensi risiko akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memberikan tekanan pada perekonomian domestik.

Meski demikian, prospek pertumbuhan ekonomi Lampung 2026 diprediksi tetap mengalami tren penguatan dengan inflasi yang terkendali.

Deputi Direktur KPw BI Provinsi Lampung, Ahmad P Subarkah, mengatakan, ketegangan geopolitik global saat ini menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi.

Menurutnya, konflik tersebut memberikan tekanan tidak langsung bagi pelaku usaha di Lampung, khususnya melalui jalur kenaikan biaya energi dan volatilitas nilai tukar.

"Eskalasi konflik di Timur Tengah berisiko meningkatkan biaya energi dan logistik secara global. Hal ini berpotensi memicu tekanan nilai tukar Rupiah yang pada akhirnya meningkatkan biaya impor bahan baku bagi industri pengolahan di Lampung," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

1. Sektor transportasi rentan

Ilustrasi angkot (unsplash.com/Feby Elsadiora)

Subarkah menjelaskan meskipun Lampung memiliki basis ekonomi kuat di sektor pertanian, sektor pendukung seperti industri pengolahan dan transportasi tetap rentan terhadap fluktuasi harga migas dunia.

"Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi melalui efisiensi konsumsi energi dan realokasi belanja APBN untuk menjaga stabilitas," katanya.

2. Proyeksi ekonomi 2026

ilustrasi pembangunan rumah (pexels.com/Yura Forrat)

Meski dihadapkan pada ketidakpastian global, Subarkah menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi Lampung di tahun 2026.

PDRB Lampung diprakirakan akan meningkat didorong oleh penguatan permintaan domestik dan keberlanjutan proyek strategis.

"Kami memproyeksikan ekonomi Lampung tahun 2026 akan tumbuh menguat. Faktor pendorong utamanya adalah kenaikan UMP, percepatan pembangunan infrastruktur jalan, serta peningkatan produktivitas di sektor pertanian melalui program intensifikasi hulu," jelasnya.

3. Stabilitas inflasi tetap terjaga

Gambar Ilustrasi Inflasi (Source: finance.pembiayaanbpkb.com)

Subarkah menjelaskan, dari sisi inflasi, Bank Indonesia memprakirakan angka inflasi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen.

Ia menegaskan, sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) menjadi kunci utama.

Walaupun terdapat risiko dari fenomena iklim seperti El Nino yang dapat mengganggu produksi pangan, Ahmad meyakini penguatan model bisnis komoditas strategis akan mampu memitigasi dampak tersebut.

"Fokus kami adalah memastikan sinergi TPID-GNPIP tetap kuat untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi," tuturnya.

Editorial Team