Bandar Lampung, IDN Times - Hasil pemantauan stasiun meteorologi Unit Pelaksana Teknis Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika Intitut Teknologi Sumatera (Itera) menyatakan, total curah hujan pada Oktober di Provinsi Lampung sudah masuk kategori menengah dengan jumlah 112,6 mm. Hal ini berpotensi terus mengalami peningkatan, terutama menjelang pergantian tahun yang juga merupakan efek adanya fenomena La Nina.
Dosen Program Studi Sains, Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Itera, Alvin Pratama, mengatakan, menindaklanjuti hal tersebut, diharapkan pemerintah, masyarakat maupun stakeholder terkait bisa mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi seperti curah hujan ekstrem, bencana hidrologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan lain sebagainya.
Itu merujuk terhitung November ini Indonesia mulai mengalami musim hujan. Datangnya musim hujan umumnya berkaitan dengan peralihan angin timuran yang bertiup dari Benua Australia (Monsun Timur) menjadi angin baratan yang bertiup dari Benua Asia (Monsun barat). "Pada dasarnya, angin ini membawa massa udara yang mengandung uap air karena melewati kawasan laut yang luas. Hal ini menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia menjadi lebih basah," paparnya, Selasa (17/11/2020).