Bandar Lampung, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai peristiwa banjir kembali melanda Kota Bandar Lampung menjadi pengingat akan krisis tata kelola lingkungan di kota setempat belum juga ditangani secara serius.
Dari pendataan Walhi Lampung, peristiwa bencana banjir kali ini menyebabkan 12 kecamatan di kota Bandar Lampung terdampak meliputi Kecamatan Kedaton, Sukabumi, Sukarame, Tanjung Senang, Way Halim, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Kedamaian, Langkapura, Rajabasa, Enggal, Labuhan Ratu.
Selain itu, puluhan titik banjir muncul di berbagai wilayah kota, serta menyebabkan dua orang meninggal dunia dengan satu di antaranya merupakan korban anak usia 10 tahun dilaporkan masih hilang terseret arus di Kecamatan Rajabasa.
"Kami menilai banjir yang terjadi bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan akumulasi dari buruknya tata kelola kota, kerusakan lingkungan, dan lemahnya pengendalian pembangunan di Kota Bandar Lampung," ujar Direktur WALHI Lampung, Irfan Tri Musri dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
