Bandar Lampung, IDN Times - Bagi sebagian orang, pesantren identik dengan kitab, sarung, dan lantunan ayat suci. Namun suasana berbeda justru terlihat di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara.
Di sana, ada pesantren yang menjadikan sampah sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, bahkan bisa dipakai untuk “membayar” kegiatan mengaji. Adalah Pesantren Bank Sampah Banjarsari.
Tempat ini bukan hanya menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, tapi juga ruang pemberdayaan yang menggabungkan lingkungan, ekonomi, dan pendidikan agama dalam satu gerakan.
