Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tugas Akhir Dipakai Polda, Mahasiswa Teknokrat Kembangkan SIPNONA
Juhen Hendry, Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Berhasil Kembangkan aplikasi kepegawaian digital khusus Pegawai Non-ASN bernama SIPNONA (Sistem Informasi Pegawai Non-ASN) (Dok.Universitas Teknokrat Indonesia)
  • Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Juhen Hendry, mengembangkan aplikasi SIPNONA untuk membantu pengelolaan data pegawai non-ASN di Polda Lampung agar lebih efisien dan terintegrasi.
  • Dosen pembimbing Dedi Darwis menyebut sistem ini sudah siap digunakan secara nyata dan akan dikembangkan dengan fitur tambahan seperti dashboard analitik serta versi mobile.
  • Inovasi SIPNONA mendapat apresiasi dari Kabiro SDM Polda Lampung dan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja serta relevan dengan kebutuhan instansi pemerintahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Tugas akhir mahasiswa tak melulu berakhir di meja sidang. Kali ini, karya mahasiswa justru melangkah lebih jauh, dipakai langsung untuk membantu tata kelola administrasi di lingkungan Polda Lampung.

Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia, Juhen Hendry, berhasil mengembangkan aplikasi kepegawaian digital khusus Pegawai Non-ASN bernama SIPNONA (Sistem Informasi Pegawai Non-ASN). Aplikasi ini dirancang sebagai solusi atas pengelolaan data pegawai non-ASN yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual dan belum terintegrasi dengan baik.

1. Keunggulan SIPNONA

ilustrasi digital marketing specialist (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Juhen mengatakan, dalam proses pengembangannya, Ia dibimbing dosen Universitas Teknokrat Indonesia Dedi Darwis mulai dari analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembangunan aplikasi, hingga tahap implementasi langsung di instansi.

Lewat SIPNONA, menurut Juhen, berbagai kebutuhan administrasi dapat dikelola lebih rapi dan cepat, seperti pendataan pegawai, pengelolaan dokumen, pengelompokan unit kerja, monitoring status kepegawaian, hingga penyusunan laporan yang lebih akurat.

"Aplikasi ini kemudian disosialisasikan pada Senin, 27 April 2026, di Ruang Rapat Utama Polda Lampung. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai satuan kerja, mulai dari Polda, Polres, hingga Polresta se-Lampung," jelasnya, Selasa (5/5/2026).

2. Sistem yang dikembangkan sudah siap digunakan secara nyata

ilustrasi digital nomad (unsplash.com/Aleh Tsikhanau)

Dedi Darwis menegaskan, proyek ini menjadi bukti mahasiswa tidak hanya mampu membuat aplikasi secara teknis, tetapi juga memahami kebutuhan pengguna dan membangun komunikasi profesional dengan instansi. Ia menyebut, sistem yang dikembangkan sudah siap digunakan secara nyata, bukan sekadar proyek akademik.

"Ke depan, SIPNONA masih akan dikembangkan dengan berbagai fitur tambahan seperti dashboard analitik, notifikasi otomatis, integrasi dokumen digital, sistem penilaian kinerja, hingga dukungan versi mobile agar layanan kepegawaian semakin optimal," terangnya.

3. Dapat apresiasi dari Kabiro Polda Lampung dan rektor

ilustrasi tepuk tangan untuk teman (pexels.com/Theo Decker)

Kepala Biro SDM Polda Lampung, Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, SIPNONA berpotensi meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menciptakan tertib administrasi dalam pengelolaan data pegawai non-ASN.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Nasrullah Yusuf juga memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai, SIPNONA menjadi contoh bahwa inovasi mahasiswa bisa benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan instansi pemerintahan.

Editorial Team