Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260203_092003.jpg
Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban Nando dan Sukirman. (Dok. Basarnas Lampung).

Intinya sih...

  • Terseret arus sungai saat memancing

  • Rakhmat menyampaikan, peristiwa nahas itu bermula ketika empat warga Pekon Lemong memancing di sekitaran Sungai Way Halami pada Jumat (30/1/2026). Tanpa diduga, debit air sungai tiba-tiba meningkat secara cepat sehingga menimbulkan banjir mendadak.

  • Operasi SAR sempat terkendala kondisi cuaca

  • Sejak hari pertama, tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara intensif dengan menyisir aliran sungai hingga ke arah muara. Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU), serta didukung penggunaan perahu karet, alat pendet

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesisir Barat, IDN Times - Dua warga Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pascadilaporkan hanyut di aliran Sungai Way Halami.

Kedua korban Nando (29) dan Sukirman (50) sempat dinyatakan hilang akibat terseret arus deras sungai saat debit air sungai meningkat secara cepat hingga menimbulkan banjir mendadak.

"Benar, tim SAR gabungan menerima informasi penemuan dua jenazah di sekitar Pantai Walur memasuki hari ketiga pencarian," ujar Dantim Kantor SAR Lampung, Rakhmat Afriza, Selasa (3/2/2026).

1. Terseret arus sungai saat memancing

Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban Nando dan Sukirman. (Dok. Basarnas Lampung).

Rakhmat menyampaikan, peristiwa nahas itu bermula ketika empat warga Pekon Lemong memancing di sekitaran Sungai Way Halami, Jumat (30/1/2026). Tanpa diduga, debit air sungai tiba-tiba meningkat secara cepat sehingga menimbulkan banjir mendadak.

"Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya Nando dan Sukirman ini terseret arus deras sungai," ucapnya.

Informasi kejadian itu diterima keluarga korban pada malam hari dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pesisir Utara. Kemudian laporan diteruskan ke Kantor SAR Lampung, Sabtu (31/1/2026). "Atas laporan ini, operasi pencarian dan pertolongan dalam kategori kondisi membahayakan manusia (KMM) segera digelar," tambah dia.

2. Operasi SAR sempat terkendala kondisi cuaca

Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban Nando dan Sukirman. (Dok. Basarnas Lampung).

Sejak hari pertama, tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara intensif dengan menyisir aliran sungai hingga ke arah muara. Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU), serta didukung penggunaan perahu karet, alat pendeteksi bawah air, drone, dan peralatan komunikasi.

"Kami melakukan penyisiran darat dan air secara berlapis, termasuk memanfaatkan peralatan teknologi pencarian. Tantangan utama di lapangan adalah kondisi cuaca yang berubah cepat, serta kuatnya arus sungai," kata Rakhmat.

Memasuki hari kedua pencarian, cuaca mendung tebal sempat menghambat proses penyisiran sehingga kegiatan pencarian dihentikan sementara demi keselamatan personel. "Pencarian kembali dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan memperluas area, hingga beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian," lanjutnya.

3. Keluarga pastikan identifikasi kedua jasad korban

Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban Nando dan Sukirman. (Dok. Basarnas Lampung).

Rakhmat menambahkan, upaya pencarian tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil pada kegiatan pencarian di hari ketiga. Pasca jasad kedua korban berhasil dievakuasi, petugas berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pihak keluarga.

"Dapat dipastikan, kedua jenazah ditemukan merupakan korban Nando dan Sukirman yang sebelumnya dilaporkan hanyut," ucapnya.

Pascaditemukannya kedua korban, Basarnas Lampung secara resmi mengusulkan penghentian operasi SAR dan mengembalikan seluruh unsur terlibat ke kesatuannya masing-masing. "Kami mengucapakan terima kasih atas dukungan seluruh pihak," imbuh dia.

Editorial Team