Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260123-WA0047.jpg
Diskusi bertajuk Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Intinya sih...

  • Berpotensi memenuhi kebutuhan BBM nasional mandiri dengan peningkatan kapasitas kilang.

  • Penyerapan BBM produksi nasional oleh SPBU swasta dapat memperkuat struktur ekonomi dan fiskal negara.

  • Penyerapan BBM produksi dalam negeri harus didukung kebijakan energi konsisten dan transparan untuk strategi kedaulatan energi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kalangan akademisi di Provinsi Lampung menilai SPBU swasta tak lagi memiliki alasan mengimpor bahan bakar minyak (BBM), menyusul rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menghasilkan BBM berstandar Euro 5.

Pakar Energi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Rishal Asri mengatakan, peningkatan kapasitas dan kualitas produksi BBM melalui RDMP Balikpapan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka ruang kebijakan agar BBM produksi dalam negeri diserap secara luas, termasuk oleh SPBU swasta.

“BBM hasil RDMP Balikpapan saat ini sudah memenuhi standar tinggi Euro 5. Dari sisi kualitas, pembakaran, dan emisi, produksinya sangat layak digunakan secara luas di dalam negeri,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM di Bandar Lampung, Jumat (23/1/2026).

1. Berpeluang penuhi kebutuhan BBM nasional mandiri

Diskusi bertajuk Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Melalui peningkatan kapasitas kilang, Rishal menilai, Indonesia memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional secara mandiri. Menurutnya, kondisi ini menjadi dasar bagi seluruh pelaku usaha ritel energi untuk menyerap BBM produksi dalam negeri.

“Dengan RDMP ini, tingkat kemandirian energi kita berpotensi meningkat signifikan. Artinya, kebutuhan BBM nasional semakin bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, bukan dari impor,” katanya.

2. Perkuat struktur ekonomi dan fiskal negara

Diskusi bertajuk Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dari sisi ekonomi, Pakar Ekonomi Universitas Lampung (Unila), Tiara Nirmala menilai penyerapan BBM produksi nasional oleh SPBU swasta merupakan langkah rasional untuk memperkuat struktur ekonomi dan fiskal negara.

“Kalau produksi dalam negeri sudah mencukupi, maka secara ekonomi sangat masuk akal kebutuhan BBM nasional diserap dari produksi nasional. Ini penting untuk menekan impor dan menjaga APBN,” ucapnya.

Impor BBM selama ini menjadi salah satu faktor membebani anggaran negara dan neraca perdagangan. Melalui penekanan impor, dana negara dapat dialihkan ke sektor-sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Pengurangan impor BBM berarti penghematan belanja negara. Dampaknya juga positif bagi stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

3. Strategi kedaulatan energi

Diskusi bertajuk Langkah Nyata Swasembada Energi Nasional: Stop Impor BBM di Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pakar Pemerintahan dan Kebijakan Publik Unila, Robi Cahyadi Kurniawan menyebutkan, penyerapan BBM produksi dalam negeri oleh SPBU swasta harus didukung kebijakan energi yang konsisten dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Dalam kebijakan energi nasional, orientasi utamanya adalah pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri. Jika produksi nasional sudah tersedia, maka pemanfaatannya harus dioptimalkan di dalam negeri,” ucapnya.

Selain itu, kebijakan mendorong SPBU swasta menyerap BBM produksi nasional bukan semata persoalan bisnis, melainkan bagian dari strategi kedaulatan energi. Namun, langkah tersebut harus dibarengi tata kelola yang transparan serta pengawasan yang jelas.

“Kalau kebijakan dijalankan secara konsisten dan transparan, penyerapan BBM produksi dalam negeri oleh SPBU swasta akan memperkuat ketahanan energi sekaligus stabilitas ekonomi nasional,” imbuhnya.

Editorial Team