Comscore Tracker

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat Makna

Rumah panggung kayu asal Lampung Barat

Bandar Lampung, IDN Times - Lamban Pesagi merupakan rumah adat Lampung berasal dari daerah Kenali, sebuah pekon (desa) di Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, berada pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Di daerah tersebut rumah disebut Lamban sebagai tempat tinggal keluarga batih, umumnya berdenah segiempat lazim disebut Pesagi. Pekon Kenali merupakan tempat yang didiami masyarakat Lampung Saibatin dengan logat bahasa A (api).

Berikut ini IDN Times rangkum kepercayaan masyarakat di pekon Kenali terhadap Lamban Pesagi berbentuk panggung ini.

1. Sebagai rumah bangsawan dan rakyat biasa

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat MaknaRumah adat Lampung Lamban Pesagi (IDN Times/Silviana)

Masyarakat Pekon Kenali memercayai bahwa Lamban Pesagi merupakan rumah dengan arsitektur yang sudah tua.

Terdapat dua tipe bangunan Lamban Pesagi yaitu rumah Saibatin (bangsawan) dan rumah rakyat biasa. Secara umum bentuk dua tipe rumah tersebut hampir sama.

Perbedaan pokok hanya pada penambahan denah ruang ke belakang dan adanya hiasan Paguk, yang dipasang pada bagian luar sebagai perlambang kebangsawanan.

2. Makna anak tangga

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat MaknaRumah adat Lampung Lamban Pesagi (IDN Times/Silviana)

Memasuki Lamban Pesagi melalui ijan atau jan (tangga) yang terbuat dari papan kayu  terletak di samping belakang. Anak tangga yang umumnya berjumlah ganjil itu memiliki cerita dari mulut ke mulut untuk menyesatkan roh jahat sehingga tidak menemukan pintu masuk rumah.

Namun jika ditelaah lebih lanjut tahapan anak tangga melambangkan manusia hidup mempunyai berbagai tahapan yang harus dilihat.

Selain itu pintu Lamban Pesagi hanya ada satu terletak di samping bagian belakang. pada masa dahulu hal ini dimaksudkan, pertahanan keamanan dan logistik menjadi hal paling utama.

Baca Juga: Tempat Bukber Murah dan Lokasi Strategis di Bandar Lampung

3. Ruang keluarga bagi para bangsawan mau pun rakyat biasa

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat MaknaRumah adat Lampung Lamban Pesagi (IDN Times/Silviana)

Setelah meniti anak tangga, kita sampai ke Rangok Balak (pintu utama) dari sini kita akan masuk pada bagian Sekhudu (beranda) yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu secara umum, pada saat perhelatan adat diperuntukan bagi tamu-tamu dari kalangan rakyat biasa.

Ruang selanjutnya adalah Lapang luwakh dalam kehidupan sehar-hari berfungsi sebagai ruang kaluarga tempat bermusyawarah.

Sedangkan saat perhelatan adat berfungsi sebagai tempat duduk tamu yamg bergelar kebangsawanan utama seperti Suttan, Raja.

4. Makna ruang kamar untuk anak laki-laki tertua

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat MaknaRumah adat Lampung Lamban Pesagi (IDN Times/Silviana)

Setelah Lampung Luwakh adalah Lapang Lom, merupakan ruang keluarga dan terdapat lebing (kamar. Itu terdiri dari Lebing Kebik (bilik kebik) berada pada sisi kiri arah hadap rumah sebagai tempat tidur anak laki-laki tertua apabila sudah menikah dan orangtua akan menempati ruang lain.

Namun apabila anak belum dewasa Lebing Kebik berfungsi sebagai tempat tidur oarang tua atau ibu dan anak-anak yang masih kecil.

5. Makna ruang kamar untuk anak laki-laki ke dua

Mengenal Rumah Adat Lampung Lamban Pesagi, Tangga dan Kamar Sarat MaknaRumah adat Lampung Lamban Pesagi (IDN Times/Silviana)

Kemudian, Lebing Tebelayakh (bilik tebelayar) terdapat pada sisi kanan arah hadap rumah merupakan tempat tidur anak laki-laki kedua. Apabila anak laki laki kedua atau yang lebih muda sudah menikah akan keluar dari lamban.

Dalam pengertian yang luas lamban diibaratkan sebuah Pekon, bila seseorang pindah ketempat lain, berkunjung kerumah asal akan mengatakan "pulang kerumah” karena didaerah baru merupakan tempat membangun "kawula baru" (Nyeti).

Baca Juga: Mengenal Museum Lampung Ruwa Jurai, Ada Lava Gunung Krakatau Lho!

Topic:

  • Silviana
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya