Comscore Tracker

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan Kopi

Kolak rasa kopi khas Lampung ada lho

Bandar Lampung, IDN Times - Pernah membuat kreasi kuliner berbahan dasar kopi? Jika belum, ada masyarakat melakukan hal itu saat mengikuti lomba digelar di Sheraton Lampung, Rabu (4/11/2020). 

Lomba itu satu di antara beragam rangkaian acara dalam rangka Festival Kopi 2020 berlangsung hingga 5 November mendatang ini. Simak keseruan lomba dan ide kreasi kulinernya di bawah ini ya. 

1. Pelajar, mahasiswa hingga para chef adu kreasi racik kuliner berbahan kopi

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan KopiJuri sedang memberi penilaian pada hidangan salah satu peserta festival kopi Lampung 2020.(IDN Times/Silviana)

Perlombaan hidangan makanan berbahan dasar kopi ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa hingga para chef di restoran atau hotel. Panitia acara, Agus Setiawan mengatakan, para peserta diberi kebebasan untuk memasak apa saja, yang terpenting adalah ada cita rasa kopi di dalamnya.

Menurutnya, sebagai penghasil terbesar Lampung seharusnya memiliki kuliner khas yang bisa menggunakan bahan dasar kopi. “Selama ini kopi yang terkenal justru kopi Gayo, kopi Aceh. Sehingga kita coba bagaimana kopi bisa digabung sama makanan untuk nanti bisa jadikan produk unggulan makanan Lampung,” ujar Agus yang juga merupakan chef.

Lebih lanjut disampaikannya, sudah membicarakan hal tersebut dengan ibu-ibu dinas yang hadir di acara tersebut, untuk menggali ide kreatif yang dimiliki millennial Lampung supaya bisa mengangkat makanan khas terutama yang berbahan dasar kopi.

“Saya tadi terkesima dengan satu, dua makanan yang diolah peserta ini ada saus yang saya bawa juga karena ini recommended sekali dan akan saya coba combain untuk bisa menjadi inovasi baru,” jelasnya.

2. Olah kopi jadi makanan modern tapi cinta rasa khas Lampung

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan KopiWindy dan Joevanisa, juara satu pada lomba hidangan berbahan kopi. (IDN Times/Istimewa)

Windy Chindyana dan Joevanisa Kholifa Putri, peserta yang mendapat juara 1 ini mengolah kopi menjadi jenis makanan modern dan bercita rasa khas Lampung. Salah satunya adalah kolak coffe modern. Biasanya kolak yang kita temui menggunakan gula merah dan santan.

Namun, dua dara ini membuat dessert modern yang memiliki cita rasa khas Lampung yaitu perpaduan durian cream, coffee jelly, cendil ubi ungu, lime jelly, coffee crumble, banana caramelized, tape ketan cream dan yang terakhir ada nangka. Berbagai macam kondimen ini disiram dengan kolak coffee sauce.

“Kami memakai semua bahan lokal dan durian khas Lampung yang jika semua komponennya disatukan bakal dapat cita rasa yang pas dari semua komponen yang saling melengkapi karena ada asam di bagian lime jelly nya, dan kami pun memakai coffee robusta lanang khas Lampung, yang membuat dessert ini memiliki cita rasa Lampung tapi dengan tampilan yang modern,” ujar Windy.

Selain itu mereka juga mengolah makanan dari ikan gabus yang dibuat rolade dan diberi mentai sauce yang rasa kopinya sangat kuat sekali. “Ini cocok dibuat jadi makanan khas Lampung karena bahan utamanya itu menggunakan bahan lokal,” terangnya.

Baca Juga: Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triadi Hobi Hidroponik dan Racik Kopi

3. Berharap kopi robusta Lampung dikenal hingga internasional

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan KopiPara peserta barista kopi sedang mempersiapkan penampilannya. (IDN Times/Silviana)

Acara festival lainnya, di antaranya pelatihan kewirausahaan startup kopi,  barista coaching clinic, webinar kopi, temu bisnis kopi, dan pameran produk UKM kopi. Ketua Dekranasda Lampung, Riana Sari mengatakan, kegiatan Festival Kopi merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar usaha industri kopi dapat bergairah dan terus produktif.

"Ini juga sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan brand image kopi robusta Lampung. Selain itu, dapat meningkatkan pemasaran produk kopi secara offline dan online," ungkapnya.

Dia berharap penyuka minuman kopi dapat meningkat. Lalu, ciri khas kopi robusta Lampung dapat terkenal di nasional, bahkan internasional.

4. Rest area akan di isi produk UMKM

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan KopiPameran produk kopi Lampung di acara festival kopi 2020. (IDN Times/Silviana)

Selain meracik kopi jadi minuman, inovasi makanan yang berbahan dasar kopi Lampung juga perlu dikembangkan. Hal tersebut selaras dengan janji Gubernur Lampung yang akan memberikan ruang bagi UMKM Lampung untuk memasarkan produknya di rest area. Sehingga produk-produk khas Lampung tersebut akan semakin membanggakan bumi ruwai jurai ini.

“Selain Festival Kopi, usaha Pemprov lainnya untuk memasarkan produk kopi Lampung dengan dipajang di galeri Dekranasda.  Insyallah Gubernur kan sudah menjanjikan di Rest Area akan diisi UMKM Lampung termasuk produk kopi," ujar Riana yang juga istri Gubernur Lampung tersebut. 

5. Berharap produk lokal tetap terus berkembang

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan KopiIDN Times/Silviana

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung Satria Alam menyampaikan  Festival Kopi harus tetap dilaksanakan walau di tengah Pandemi COVID-19. Menurutnya yang terpenting adalah tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

"Di tengah wabah Corona banyak pelaku UMKM kopi atau para barista yang terimbas. Dengan adanya festival itu berharap ekonomi tetap berjalan dengan membatasi tidak semeriah tahun lalu," ujarnya.

Satria berharap produk khas Lampung terus berkembang terutama dengan bahan kopi. Mengingat, konsumsi kopi perkapita di Indonesia masih kalah dengan negara lain.

6. Konsumsi kopi per kapita Indonesia kalah dengan negeri jiran

Intip Keseruan Pelajar hingga Chef Adu Kreasi Kuliner Berbahan Kopisites.psu.edu

Konsumsi kopi per kapita Indonesia saat ini terbilang rendah, baru 1,4 kilogram (kg) per tahun. Berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia sudah mencapai 5 kg, Singapura 4 kg, dan Eropa sekitar 14 kg.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Satria Alam, saat menghadiri festival kopi 2020 yang di gelar di Hotel Sheraton Bandar Lampung, Rabu (4/11/2020).

Untuk meningkatkan konsumsi kopi di Tanah Air imbuhnya, perlu digelar berbagai macam kegiatan. Satu contohnya Festival Kopi 2020 menggaet millennial mengolah kopi menjadi makanan dan minum yang menarik dan memiliki cita rasa khas Lampung.

Baca Juga: KADIN: Kenaikan UMK 2021 Bandar Lampung Rp2,9 Juta Tidak Relevan 

Topic:

  • Silviana
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya