Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sempat Viral, Jembatan Gantung di Lamtim Akhirnya Dibangun
Groudbreaking pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Way Bungur, Lampung Timur. (Dok. Kodam XXI/Radin Inten)
  • Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kali Pasir, Lampung Timur resmi dimulai setelah viralnya video pelajar menyeberangi sungai dengan rakit yang menarik perhatian pemerintah pusat.
  • Jembatan sepanjang 120 meter ini merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV oleh Kodam XXI/Raden Inten, mencakup 20 titik pembangunan di Lampung dan Bengkulu.
  • Infrastruktur ini diharapkan memperlancar akses pendidikan, kesehatan, serta ekonomi warga sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah pusat melalui BPJN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Desa Kali Pasir dulu susah menyeberang sungai, mereka naik rakit kecil. Sekarang tentara dan pemerintah mulai bangun jembatan gantung Garuda yang panjangnya 120 meter. Banyak pejabat datang waktu batu pertama ditaruh. Nanti jembatan ini bikin anak sekolah dan warga bisa lewat sungai dengan aman dan cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Garuda membentangi sungai di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) akhirnya resmi dimulai, Rabu (1/4/2026).

Pembangunan jembatan tersebut ditandai peletakan batu pertama dihadiri jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten hingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur.

Kehadiran jembatan gantung ini diketahui setelah sejumlah konten penampakan puluhan pelajar hingga warga setempat terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit atau getek setiap hari viral di media sosial (Medsos). Alhasil, kondisi ini sampai menarik perhatian pemerintah pusat hingga Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo turut meninjau lokasi secara langsung pada Februari lalu.

1. Dibangun sepanjang 120 meter

Groudbreaking pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Way Bungur, Lampung Timur. (Dok. Kodam XXI/Radin Inten)

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah mengatakan, pekerjaan proyek ini merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di bawah naungan Kodam XXI/Raden Inten dengan 20 titik pembangunan jembatan Gantung Garuda.

"Pembangunan jembatan ini menjadi jawaban atas kondisi sulit yang selama ini dihadapi penduduk Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto," katanya.

Oleh karena itu, Pemkab Lampung Timur amat mengapresiasi pelaksanaan groundbreaking pembangunan jembatan gantung di wilayah setempat. "Khusus di Way Bungur akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sepanjang 120 meter. Pembangunan ini hasil kerjasama lintas sektor antara TNI, Pemprov, dan Pemkab Lampung Timur sebagai upaya mempercepat aksesibilitas warga di wilayah pelosok," lanjut dia.

2. Kodam Radin Inten bakal bangun 20 titik jembatan gantung

Groudbreaking pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Way Bungur, Lampung Timur. (Dok. Kodam XXI/Radin Inten)

Kasdam XXI/Raden Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto menambahkan, Jembatan Gantung Garuda di Kali Pasir ini merupakan satu dari 20 jembatan gantung yang akan dibangun secara serentak di wilayah Kodam XXI/Raden Intan.

Menurutnya, kehadiran TNI AD melalui proyek ini menegaskan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah. Tidak hanya itu, prajurit TNI di lingkungan Kodam diinstruksikan langsung mengoptimalkan serta mensukseskan program tersebut.

"Jembatan ini berfungsi sebagai solusi jangka menengah untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terputus, sekaligus menjadi simbol gotong royong antara TNI dan pemerintah daerah dan untuk wilayah Kodam Raden Inten sendiri terdapat 20 titik. 10 titik di wilayah Provinsi Lampung dan 10 titik di wilayah Provinsi Bengkulu," terangnya.

3. Solusi rencana pembangunan jembatan permanen

ilustrasi jembatan (pexels.com/Everson Mayer)

Andrian berharap, infrastruktur ini dapat mempermudah akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Lampung Timur. Itu sambil menunggu pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mempersiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.

Harapannya, keberadaan jembatan baru ini mampu menjadi urat nadi perekonomian yang kuat bagi masyarakat di Kabupaten Lampung Timur.

"Dengan akses yang lebih mudah, mobilitas warga tidak lagi bergantung pada arus sungai, sehingga roda ekonomi dapat berputar lebih cepat dan efisien," imbuhnya.

Editorial Team