Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah! 2 Anak Harimau Lahir di Lembah Hijau, Pertama di Luar Habitat
Tangkap layar kamera CCTV kandang harimau Sinta bersama dua anaknya. (Dok. LK Lembah Hijau).
  • Dua anak harimau sumatra lahir di Lembah Hijau Lampung dari pasangan Kyai Batua dan Sinta, menjadi kelahiran pertama di luar habitat alami di Provinsi Lampung.
  • Kelahiran ini menunjukkan keberhasilan konservasi ex situ yang dilakukan Lembah Hijau, sekaligus bukti komitmen menjaga populasi harimau sumatra yang terus terancam di alam liar.
  • Momen ini diharapkan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian satwa liar, terutama harimau sumatra sebagai spesies endemik dan dilindungi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Dua ekor anak harimau Sumatra lahir dari pasangan induk Kyai Batua (jantan) dan Sinta (betina) di Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung menjadi momen bersejarah karena merupakan pertama terjadi di Provinsi Lampung.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kelahiran dua satwa dilindungi tersebut. Terlebih keduanya merupakan hasil perkawinan Ex Situ alias terjadi di luar habitat atau kebun binatang.

"Ini adalah satu-satunya yang ada di Provinsi Lampung dan pertama kali di Lampung, sehingga kami sangat berterima kasih kepada Lembaga Konservasi Lembah Hijau," ujarnya saat konferensi pers, Senin (4/5/2026).

1. Diperkirakan jenis kelamin jantan dan betina

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Itno melanjutkan, kedua anak harimau tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan dan betina. Meski belum dilakukan pemeriksaan secara langsung, indikasi jenis kelamin diketahui melalui pengamatan perilaku dan bentuk tubuh terekam kamera CCTV di area kandang.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Lembah Hijau dalam mendukung upaya pelestarian satwa, khususnya harimau sumatra yang populasinya terus terancam di alam liar.

“Kami berterima kasih atas komitmen dan dedikasinya yang telah ditunjukkan selama ini, tentu saja kedatangan dua ekor anak ke dunia ini menjadi tambahan darah semangat buat konservasi kita," ucapnya.

2. Semangat konservasi ex situ

Potret rekaman CCTV kandang Harimau Sinta. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Lebih lanjut Itno menuturkan, konservasi satwa dilakukan melalui dua pendekatan, yakni in situ atau di habitat asli dan ex situ atau di luar habitat asli seperti kebun binatang atau lembaga konservasi.

Oleh karenanya, kelahiran dua anak harimau ini menjadi tambahan semangat dalam upaya konservasi secara ex situ, mengingat, tekanan terhadap populasi harimau di habitat aslinya semakin tinggi.

“Kita saat ini menghadapi tekanan luar biasa di alam, sehingga kelahiran ini menjadi hal yang membanggakan sekaligus menambah semangat dalam upaya konservasi,” jelasnya.

3. Momentum pengingat pelestarian satwa liar

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Itno berharap, kelahiran ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa liar, khususnya harimau sumatra merupakan spesies endemik Indonesia dan dilindungi.

"Dengan adanya tambahan populasi ini, diharapkan upaya pelestarian harimau sumatra dapat terus berjalan dan memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan spesies tersebut di masa depan," imbuhnya.

Editorial Team