Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260116-WA0012.jpg
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemuda Katolik Dasar Gelombang IIII di SPN Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Intinya sih...

  • Ratusan pemuda Katolik Lampung ikuti Diklat Tanggap Bencana

  • Kegiatan diklat fokus pada tanggap bencana, bela negara, dan konsolidasi organisasi

  • Uskup Tanjungkarang tekankan pentingnya kepemimpinan, pelayanan, dan menjaga lingkungan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Ratusan pemuda Katolik di Provinsi Lampung mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Gelombang III dalam rangka "Tanggap Bencana, Aksi Kemanusiaan, Bela Negara dan Konsolidasi Organisasi".

Kegiatan dikat tersebut berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Kota Bandar Lampung selama tiga hari (16-18 Januari 2026).

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung, Falentinus Andi mengatakan, total 163 peserta terdaftar, sebanyak 133 orang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan. Materi diklat difokuskan pada isu tanggap bencana, terutama merespons potensi ancaman Megathrust dinilai rawan berdampak di wilayah Lampung.

“Lampung ini menjadi salah satu provinsi yang berpotensi terdampak Megathrust, khususnya di lima kabupaten dan kota pesisir. Pemuda Katolik merasa punya tanggung jawab untuk siap terlibat langsung di masyarakat ketika terjadi bencana,” ujarnya dimintai keterangan.

1. Jalin kolaborasi dengan kepolisian

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemuda Katolik Dasar Gelombang IIII di SPN Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Selain tanggap bencana, Falentinus menyebutkan, ratusan peserta juga dibekali materi bela negara, aksi kemanusiaan, serta konsolidasi organisasi. Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi bagian penting agar Pemuda Katolik solid hingga ke tingkat kabupaten/kota (Komcab), kecamatan (Komac), hingga desa atau ranting.

“Output dari diklat ini, teman-teman punya bekal dan pengetahuan ketika bencana terjadi, terutama soal mitigasi. Lampung rawan banjir, gempa, dan potensi tsunami akibat Megathrust yang diperkirakan bisa mencapai ketinggian hingga 30 meter,” jelasnya.

Ihwal pemilihan SPN Polda Lampung sebagai lokasi diklat, ia menyebut, langkah ini bagian dari kolaborasi dengan kepolisian untuk membentuk kedisiplinan peserta. Mulai dari pelatihan baris-berbaris, manajemen waktu, hingga sikap dan kode-kode kedaruratan saat menghadapi bencana.

“Kedisiplinan itu penting dalam penanganan bencana. Dari bangun pagi sampai cara bertindak di lapangan, semua harus terlatih dan terukur,” lanjutnya.

2. Peletakan fondasi kepemimpinan

Uskup Tanjungkarang, Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Uskup Tanjungkarang, Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo menekankan, pendidikan dan pelatihan dasar ini merupakan peletakan fondasi kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kepemimpinan itu pertama-tama adalah pelayanan. Berbuat baik bukan untuk diri sendiri, tetapi demi kesejahteraan bersama. Ketika bicara kemanusiaan, tidak ada perbedaan,” ucapnya.

3. Jaga lingkungan dan kehidupan

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemuda Katolik Dasar Gelombang IIII di SPN Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Vinsensius turut mengingatkan, tanggung jawab generasi saat ini terhadap amat penting bagi masa depan, termasuk dalam menjaga lingkungan dan kehidupan bersama.

“Bumi ini adalah rumah bersama, bukan untuk kepentingan sesaat. Kita punya tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang. Mewariskan hal yang buruk berarti kita berdosa,” tegasnya.

Melalui diklat ini, Pemuda Katolik Lampung diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan tanggap bencana. "Kita semua harus berkontribusi aktif menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah masyarakat," imbuh dia.

Editorial Team