Bandar Lampung, IDN Times - Prakiraan cuaca perairan Lampung, Selasa (19/5/2026) secara umum diperkirakan berawan hingga hujan ringan dengan gelombang laut kategori rendah hingga sedang. Namun, aktivitas pelayaran dan nelayan tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca cepat, terutama pada sore hingga malam hari.
Prakiraan Cuaca Perairan Lampung 19 Mei 2026: Peringatan Dini Maritim

1. Kondisi umum perairan Lampung
Cuaca: Berawan hingga hujan ringan
Angin dominan: Timur – Tenggara
Kecepatan angin: 8–15 knot
2. Gelombang laut
Perairan timur Lampung: 0,5–1,1 meter
Perairan barat Lampung/Samudra Hindia: 1,8–2,2 meter
Arus permukaan: 0,7–1,3 knot
Suhu udara laut: 27–29°C
Kelembapan udara: 79–86%
3. Prakiraan per wilayah perairan
Perairan Barat Lampung
Wilayah Samudra Hindia barat Lampung diperkirakan:
Berawan hingga hujan ringan
Angin timur–tenggara cukup kencang
Gelombang sedang sekitar 1,8–2,2 meter
Potensi hembusan angin sesaat hingga 14–17 knot
BMKG mengingatkan kapal nelayan kecil dan kapal wisata agar berhati-hati terhadap gelombang sedang di wilayah ini.
Teluk Lampung
Kondisi Teluk Lampung relatif lebih aman:
Berawan
Gelombang rendah 0,5–1 meter
Angin 5–10 knot
Potensi hujan lokal sore hingga malam
Aktivitas penyeberangan dan kapal tradisional masih relatif kondusif, namun tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Perairan Timur Lampung dan Selat Sunda
Wilayah perairan timur Lampung bagian utara hingga Selat Sunda diperkirakan:
Berawan tebal hingga hujan ringan
Angin timur
Gelombang 0,7–1,1 meter
Arus laut cukup aktif terutama malam hingga dini hari
Pengguna kapal kecil dan nelayan diimbau mewaspadai perubahan arah angin mendadak.
4. Peringatan dini maritim
BMKG menyebut kondisi atmosfer pada periode 18–20 Mei 2026 masih mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Lampung akibat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), suhu muka laut hangat, dan adanya daerah konvergensi angin. Kondisi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia akibat fenomena Super New Moon pada pertengahan Mei 2026.