Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menilai, penguatan ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya soal transaksi, tetapi juga perubahan gaya hidup masyarakat secara bertahap.
Itu menjadi tantangan utama ekonomi syariah. Bukan sekadar aspek teknis, melainkan bagaimana mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat agar lebih dekat dengan ekonomi dan keuangan syariah.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto saat diwawancarai awak media kegiatan Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Tahun 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026).
