Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Tantangan Ekonomi Syariah di Lampung
ilustrasi gaya hidup mewah (unsplash.com/Jacek Dylag)
  • Bank Indonesia Lampung menilai tantangan utama ekonomi syariah adalah mengubah gaya hidup masyarakat agar lebih memahami dan menerapkan prinsip syariah melalui peningkatan literasi dan edukasi.
  • Tiga pilar pengembangan ekonomi syariah di Lampung meliputi penguatan literasi, dukungan teknis aktivitas ekonomi, serta pembiayaan yang memastikan ekosistem halal dari produksi hingga konsumsi.
  • Pemerintah daerah bersama BI mendorong ekonomi syariah sebagai penguat ekonomi Lampung dengan melibatkan UMKM, pesantren, dan sektor halal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menilai, penguatan ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya soal transaksi, tetapi juga perubahan gaya hidup masyarakat secara bertahap.

Itu menjadi tantangan utama ekonomi syariah. Bukan sekadar aspek teknis, melainkan bagaimana mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat agar lebih dekat dengan ekonomi dan keuangan syariah.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto saat diwawancarai awak media kegiatan Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Tahun 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026).

1. Tantangan terbesar ada pada perubahan gaya hidup masyarakat

ilustrasi gaya hidup (unsplash.com/EastersCollective)

Menurut Bimo, perubahan tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Itu karena berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, baik sebagai konsumen maupun produsen.

"Meski demikian, kondisi itu disebut tidak menghentikan langkah berbagai pihak untuk terus memasyarakatkan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Lampung," jelasnya.

Bimo menambahkan, peningkatan edukasi dan literasi masyarakat menjadi pilar paling penting dalam pengembangan ekonomi syariah. Tanpa pemahaman yang cukup, masyarakat dinilai akan sulit membangun kesadaran untuk menjalankan aktivitas ekonomi sesuai kaidah syariah.

Karena itu, penguatan literasi dilakukan agar masyarakat memahami manfaat ekonomi syariah, baik dari sisi agama, kesehatan, maupun ekonomi.

2. Ada tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah

(Ilustrasi ekonomi syariah) IDN Times/Helmi Shemi

Bimo mengatakan, ada tiga aspek utama yang menjadi fokus pengembangan ekonomi syariah di Lampung. Ketiga aspek itu dinilai saling berkaitan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. Rinciannya,

  • Penguatan literasi masyarakat

  • Dukungan teknis aktivitas ekonomi syariah

  • Dukungan pembiayaan terhadap kegiatan ekonomi syariah

Bimo juga mencontohkan produk makanan seperti bakso sapi untuk menggambarkan pentingnya ekosistem halal. Kehalalan produk disebut harus dipastikan sejak awal proses produksi, mulai dari rumah potong hewan, proses penyembelihan, penanganan daging, pengolahan, hingga penyajian makanan.

Selain memenuhi kaidah agama, sertifikasi halal juga dinilai memberikan jaminan kebersihan dan kesehatan bagi masyarakat.

3. Ekonomi syariah diarahkan menjadi penguatan ekonomi daerah

Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Tahun 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, merujuk perspektif Bank Indonesia, ekonomi syariah ke depan diharapkan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah di Lampung. Ekonomi syariah tidak hanya diposisikan sebagai aktivitas keuangan, tetapi juga menyentuh sektor produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat.

Konsep tersebut diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan antara produsen, distributor, dan konsumen. BI menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 diperkirakan masih di atas 5 persen.

"Kegiatan LaSEF menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi syariah di Provinsi Lampung. Selain itu, menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah agar pertumbuhan tetap terjaga secara berkelanjutan," ujar Mulyadi.

Optimisme itu imbuhnya, juga didukung oleh keterlibatan pelaku UMKM, pesantren, serta penguatan sektor ekonomi berbasis syariah.

4. UMKM didorong tembus pasar nasional hingga global

Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) Bandar Lampung 2024 di Mall Boemi Kedaton (MBK) resmi digelar 20-22 September. (IDN Times/Martin L Tobing).

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari yang hadir dalam opening LaSEF juga menyoroti penguatan pasar domestik para UMKM Lampung.

Selain memperkuat pasar domestik, pelaku UMKM di Lampung juga didorong meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar ekspor, terutama negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

"Peningkatan kualitas disebut perlu dilakukan dari sisi produksi hingga distribusi agar produk unggulan Lampung mampu menembus pasar nasional maupun global," kata Wulan.

Editorial Team