Ilustrasi Upah (IDN Times)
Serly (21), Gen Z asal Kota Bandar Lampung tak sependapat dengan stampel negatif menyebutkan generasinya suka pilih-pilih pekerjaan. Ia mencontohkan dirinya sendiri dan teman-teman sekitar, cenderung berminat bekerja dibanding melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Namun diakui, usai menamatkan pendidikan SMA sejak 2022 hingga saat ini beberapa perusahaan telah disinggahinya mulai dari bergerak di bidang ritel, makanan dan minuman, hingga teknologi informasi. Alasannya, demi mencari pengalaman kerja, lingkungan pekerjaan yang aman dan nyaman, jenjang karier, hingga menjaring pendapatan atau gaji yang lebih tinggi.
"Saya pribadi banyak milih kerja di perusahaan, karena ada gaji tetap tiap bulan, dapat benefit kaya BPJS, terus jenjang karier juga lebih jelas. Apalagi kalau perusahaannya udah dikenal, biasanya sistem kerjanya lebih terstruktur jadi enak buat belajar," katanya dimintai keterangan, Jumat (2/5/2025).
Tak hanya sekadar bekerja, Serly juga memprioritaskan sejumlah faktor saat memilih pekerjaan. Misalnya, lingkungan pekerjaan nyaman hingga jauh dari kata toxic hingga manajemen yang memberikan kesempatan pekerjanya untuk lebih berkembang.
"Jadi jangan sampe kerja menguasai hidup, jam kerjanya harus reasonable. Terutama gaji sih penting, tapi kalau tempat kerjanya bikin stres, biasanya cepet bikin gak betah," lanjut dia.