Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perkawinan Harimau Batua dan Sinta di Lembah Hijau, PDKT 2 Bulan
Tangkap layar rekaman video proses perkawinan harimau Kiyai Batua dan Sinta di LK Lembah Hijau. (Dok. LK Lembah Hijau)
  • Pasangan harimau sumatra Kiyai Batua dan Sinta di Lembah Hijau Lampung menjalani proses perkenalan dua bulan karena keduanya memiliki keterbatasan fisik sebelum akhirnya berhasil kawin.
  • Sinta menunjukkan tanda birahi pada akhir Oktober 2025, kemudian dikawinkan selama tiga hari dan melahirkan dua anak harimau pada 14 Februari 2026 setelah masa kehamilan sekitar 105 hari.
  • Dua anak harimau baru diumumkan ke publik setelah melewati masa kritis lebih dari dua bulan, dengan tim konservasi terus memantau kesehatannya secara intensif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kelahiran dua anak harimau sumatra di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung tak lepas dari proses panjang dan penuh tantangan. Pasangan induk, Kiyai Batua (jantan) dan Sinta (betina) sama-sama memiliki keterbatasan fisik.

Zoo Manager LK Lembah Hijau Lampung, Rasyid Ibransyah mengatakan, Batua mengalami cacat pada kaki depan sebelah kanan. Sementara Sinta memiliki keterbatasan pada kaki belakang sebelah kanan. Kondisi tersebut membuat proses perkawinan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Pengenalan antara keduanya itu ada proses sekitar dua bulan. Awalnya hanya mengenal bau, belum secara fisik. Setelah itu baru dikenalkan secara visual tapi masih dipisahkan kandang,” ujarnya diminati keterangan, Senin (4/5/2026).

1. Proses perkenalan hingga kawin butuh waktu berbulan-bulan

Tangkap layar rekaman video proses perkawinan harimau Kiyai Batua dan Sinta di LK Lembah Hijau. (Dok. LK Lembah Hijau)

Pascamelalui tahap pengenalan dan dinilai aman, Rasyid menjelaskan, kedua harimau tersebut baru digabungkan tepatnya ketika Sinta menunjukkan tanda-tanda birahi (estrus).

Menurutnya, proses dalam tahapan ini membutuhkan pengamatan ketat, mengingat kondisi fisik keduanya yang sama-sama dalam keadaan tidak sempurna.

“Tanda-tanda itu mulai terlihat pada 26 Oktober 2025, seperti perilaku guling-guling dan respons tertentu. Setelah itu, perkawinan terjadi selama tiga hari dari 29 sampai 31 Oktober 2025,” jelasnya.

2. Masa kehamilan 105 hari hingga akhirnya melahirkan

Tangkap layar rekaman video proses perkawinan harimau Kiyai Batua dan Sinta di LK Lembah Hijau. (Dok. LK Lembah Hijau)

Setelah proses perkawinan, Rasyid melanjutkan, tim mulai memantau tanda-tanda kehamilan pada harimau betina Sinta. Indikasi awal terlihat sekitar satu bulan setelah kawin.

“Perubahan fisik mulai tampak pada 30 November, ditandai pembesaran puting susu. Lalu pada 14 Desember, bagian perut belakang juga membesar,” katanya.

Setelah dinyatakan positif hamil, kedua harimau dipisahkan pada 22 Desember 2025 guna memastikan keamanan selama masa proses kehamilan. "Masa kebuntingan harimau berlangsung sekitar 105 hari. Dua anak harimau tersebut akhirnya lahir pada 14 Februari 2026," lanjut dia.

3. Diumumkan setelah melewati masa kritis

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Meski telah lahir sejak Februari, Rasyid menambahkan, keberadaan dua anak harimau ini baru diumumkan ke publik setelah dinilai melewati masa kritis pascakelahirannya hingga kini telah berusia 76 hari atau sekitar 2 bulan 20 hari.

"Kami sengaja menunggu karena fase awal sangat rentan. Bahkan di beberapa kasus, usia 3 sampai 8 bulan masih berisiko,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, tim terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kedua anak harimau tetap sehat. “Dengan penuh kehati-hatian, tim terus memantau perkembangan anak-anak ini. Mudah-mudahan tetap sehat dan tumbuh dengan baik,” imbuh dia.

Editorial Team