Bandar Lampung, IDN Times - Penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar disebabkan oleh virus Capripoxvirus (CaPV) pada hewan ternak sapi kini semakin luas. Hal itu disampaikan Dokter Hewan Khairunas Islami saat sosialisasi pencegahan penyakit LSD dilaksanakan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung.
Meski secara teoritis tingkat kematian hewan ternak terjangkit virus tersebut hanya 10 persen, namun pengaruh terhadap penurunan ekonomi sangat tinggi.
"Paling rentan terdampak penyakit ini kan sapi, jadi kalau ada 100 sapi terkena virus LSD yang mati 10 kan otomatis produksi susu dan hewani akan berkurang. Selain itu, akan menurunkan berat badan sapi potong," jelas dokter Khairunas kepada warga Kota Bandar Lampung, Sabtu (28/1/2023).
Dikatakan Khairunas, virus berasal dari Benua Afrika tersebut masih bisa dicegah dan diobati sehingga peternak sapi tak perlu panik karena masih bisa disembuhkan. Berikut IDN Times rangkum selengkapnya, pencegahan dan langkah dilakukan petani saat hewan ternaknya terjangkit virus LSD.
