ilustrasi pendapatan asli daerah (pexels.com/Monstera Production)
Selaras dengan hal tersebut, Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri menyampaikan sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, masih banyak potensi dan sumber pendapatan di Kabupaten Lampung Tengah yang dapat diidentifikasi dan dioptimalkan. Oleh karena itu, pelaksanaan High Level Meeting (HLM) menghadirkan seluruh kepala OPD untuk menselaraskan dan mensinergikan visi dalam penyusunan roadmap implementasi ETPD agar transaksi Pemda cepat, aman, dan efisien.
Beberapa rencana yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat adalah digitalisasi penyewaan alat berat (konstruksi) milik Dinas Pekerjaan Umum, rencana digitalisasi pemungutan retribusi dari sembilan pasar daerah yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. Selain itu, penggunaan Virtual Account untuk penerimaan pajak hingga studi kelayakan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang berkolaborasi dengan Bank Lampung.
Untuk itu, Bank Indonesia bersama Pemda Kabupaten Lampung Tengah dan Bank Lampung sebagai Bank RKUD akan terus memperkuat sinergi melalui penguatan koordinasi ETPD. Melalui koordinasi yang lebih intensif, diharapkan pengelolaan implementasi digitalisasi daerah yang sesuai dengan rencana aksi semakin meningkat sehingga program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berdampak pada peningkatan adopsi transaksi digital.
Upaya ini selaras dengan arahan nasional dalam percepatan digitalisasi daerah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sistem transaksi pemerintah daerah yang lebih efisien, transparan, dan mendukung peningkatan kualitas layanan publik.