Bandar Lampung, IDN Times - Air menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap manusia mengingat keberlangsungannya begitu vital, tetapi terkadang keberadaannya dianggap tidak terlalu penting. Kebijakan manusia cenderung lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur ekonomi dari pada menjaga pelestarian lingkungan, sebagai salah satu cara memastikan keberlangsungan distribusi air baku yang bersih.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan persentase laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai 1,13 persen per tahunnya. Tercatat, jumlah penduduk Indonesia 2023 dilaporkan sudah sebanyak 278 juta.
Jumlah penduduk cukup besar, kebutuhan air baku yang tentunya besar pula. Namun realitasnya di lapangan, pemenuhan kebutuhan air baku di kota-kota besar Indonesia sepertinya bukan menjadi perhatian.
Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, jumlah penduduk sejak sejak 2020 terus mengalami peningkatan hingga mencapai 9.176.546 jiwa pada 2022. Meski mengalami laju pertumbuhan rata-rata hanya 1,01 persen per tahun, PDAM mengklaim produksi sumber air untuk kebutuhan air baku masyarakat khususnya di Bandar Lampung sudah mencukupi.
Kepala Bagian Humas PDAM Way Rilau Bandar Lampung Gumawan mengatakan, masalah distribusi sumber air bersih ini bukanlah terletak pada kapasitas produksi air PDAM, melainkan jumlah konsumen yang sangat sedikit. Menurut data PDAM Way Rilau hingga 2022 hanya 26 persen warga Bandar Lampung merupakan pelanggan PDAM. Sedangkan 74 persen sisanya mengandalkan air tanah (sumur dan lain-lain) sebagai air baku rumah tangga mereka.
