ilustrasi pasangan yang sedih dan putus asa (pexels.com/Vera Arsic)
Kemungkinan lain yang perlu dipahami adalah perasaan pasangan memang mengalami perubahan. Dalam beberapa hubungan, kedekatan emosional dapat berkurang akibat ketidakcocokan, perubahan prioritas hidup, atau keinginan yang tidak lagi sejalan.
Perubahan tersebut mungkin terlihat melalui berkurangnya inisiatif untuk bertemu, komunikasi yang semakin jarang, atau minimnya keinginan untuk membicarakan masa depan bersama. Meski demikian, satu atau dua perubahan perilaku belum cukup untuk memastikan bahwa pasangan sudah tidak mencintai.
Hal terpenting adalah melihat pola sikapnya dalam jangka waktu tertentu dan membicarakan perubahan tersebut secara langsung. Jika pasangan terus menunjukkan ketidakpedulian dan tidak bersedia memperbaiki hubungan, kamu juga perlu mempertimbangkan apakah hubungan itu masih memenuhi kebutuhan emosional kedua belah pihak.
Pasangan yang berubah dan semakin dingin bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari stres, konflik yang belum selesai, hingga perubahan perasaan. Karena itu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan perubahan sikap yang terlihat.
Cobalah mengajak pasangan berbicara secara terbuka tanpa menyudutkan atau langsung menuduhnya. Sampaikan apa yang kamu rasakan, tanyakan apa yang sedang terjadi, dan dengarkan penjelasannya. Namun, hubungan yang sehat membutuhkan usaha dari kedua belah pihak.
Jika hanya satu orang yang terus berusaha mempertahankan kedekatan, sementara yang lain tidak menunjukkan kemauan untuk memperbaiki keadaan, penting untuk mengevaluasi kembali hubungan tersebut. Pada akhirnya, memahami pasangan bukan berarti harus selalu memaklumi sikapnya. Kamu juga berhak mendapatkan komunikasi yang baik, perhatian yang wajar, dan hubungan yang membuatmu merasa dihargai.