Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi demo ojol /ChatGPT/
Ilustrasi demo ojol /ChatGPT/

Intinya sih...

  • Pengemudi ojek online (ojol) di Lampung melakukan aksi offbid sebagai bentuk solidaritas terhadap tuntutan keadilan tarif dan sistem kerja yang memberatkan mitra.
  • Aksi ini dilakukan untuk menunjukkan dukungan terhadap rekan-rekan ojol di berbagai daerah yang mengangkat isu penting, seperti tarif minimum pengantaran makanan dan sistem slot aplikator.
  • Koordinator komunitas Gaspool Lampung, Miftahul Huda, mengimbau anggotanya untuk tidak melakukan aksi berkumpul secara massal demi menjaga kondusivitas, serta berharap pihak aplikator mendengar keluhan mitra sebagai bentuk kerja sama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Lampung melakukan aksi off bid, Selasa (20/5/2025) sebagai bentuk solidaritas terhadap gerakan nasional para driver yang menuntut keadilan tarif dan sistem kerja yang dianggap memberatkan mitra.

Koordinator komunitas Gaspool Lampung, Miftahul Huda, memastikan aksi off bid di berlangsung tanpa adanya sweeping terhadap pengemudi lain yang masih memilih bekerja.

"Off bid di Lampung akan berlangsung hingga selesai, kemungkinan sampai besok pagi. Saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan bahwa tidak ada sweeping karena kami tidak ingin terjadi keributan antar driver," ujar Huda saat dihubungi, Selasa (20/5/2025).

1. Bentuk dukungan terhadap isu nasional

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) melakukan aksi mendesak pemerintah agar tidak mempolitisasi keberadaan mitra pengemudi. (dok. KON)

Menurut Huda, aksi ini dilakukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rekan-rekan ojol di berbagai daerah yang mengangkat isu penting di tingkat nasional.

Beberapa di antaranya adalah soal tarif minimum pengantaran makanan dan barang, serta sistem slot yang diterapkan aplikator.

"Aksi ini bentuk dukungan terhadap teman-teman yang menjalankan aksi. Harapannya, tuntutan nasional bisa didengar, terutama soal tarif argo goceng (Rp5.000) dan sistem slot,” jelasnya.

2. Imbau manfaatkan waktu bersama keluarga

ilustrasi driver ojek online (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

Huda juga mengimbau anggotanya untuk tidak melakukan aksi berkumpul secara massal demi menjaga kondusivitas. Para driver dipersilakan beristirahat di rumah atau berkumpul di sekretariat komunitas masing-masing.

"Tidak perlu berkumpul di satu tempat. Manfaatkan waktu untuk bersama keluarga atau di sekretariat masing-masing," tuturnya.

3. Harapan

Demo para pengemudi ojek online di depan kantor Kementerian Tenga Kerja menuntut pengakuan pemberian THR (Sumber: idntimes)

Huda berharap, adanya aksi ini pihak aplikator mendengar keluhan yang dialami oleh mitra sebagai bentuk kerja sama.

"Selain solidaritas sama temen-temen tentunya harapan kita bisa didenger sama pihak aplikasi," imbuhnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team