ilustrasi pelayanan kesehatan (unsplash.com/National Cancer Institute)
Dodik mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan selama masa arus mudik dan arus balik. Persiapan tersebut meliputi penyiapan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, hingga koordinasi lintas instansi agar pos pelayanan dapat beroperasi secara maksimal.
Ia merinci, posko terdiri dari dua posko keamanan dan tujuh posko pelayanan kesehatan. Di setiap posko pelayanan kesehatan akan ditempatkan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta pengemudi ambulans yang berasal dari puskesmas.
"Untuk memastikan pelayanan berjalan tanpa henti, petugas akan dibagi dalam dua shift kerja, yaitu shift pagi dan shift malam. Sistem ini diterapkan agar pelayanan kesehatan dapat tersedia selama 24 jam bagi pemudik maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis," terangnya.
Smbilan posko tersebut kata Dodik, akan ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi jalur mobilitas masyarakat, seperti Sukamaju, Panjang, Kemiling, Hajimena, Ramayana, hingga kawasan ITERA. Selain itu, beberapa titik lain yang menjadi jalur utama pemudik juga akan disiagakan pos pelayanan kesehatan.
Penempatan posko di berbagai lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan akses pelayanan medis yang cepat dan mudah dijangkau, baik oleh pemudik yang melintas maupun masyarakat yang berada di sekitar jalur tersebut.