Comscore Tracker

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias Investasi

Beli saham tak hanya untuk orang kaya saja

Bandar Lampung, IDN Times – Investasi saham tak hanya eksklusif milik masyarakat tinggal di wilayah perkotaan semata dan orang berdompet tebal. Masyarakat di desa pun dapat melakukan hal serupa.  Bahkan di Provinsi Lampung, ada desa dijuluki Desa Nabung Saham berlokasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Animo positif masyarakat Desa Sidorejo berinvestasi saham, membuat wilayah ini memiliki Galeri Investasi Desa sejak Februari 2019. Galeri itu hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI), PT RHB Sekuritas Indonesia, dan perangkat Desa Sidorejo, plus dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti apa cerita masyarakat Desa Sidorejo mendirikan Desa Nabung Saham? Simak penjelasan berikut.

1. Mulanya dipicu keprihatinan masyarakat desa tertipu investasi ilegal

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias InvestasiIlustrasi investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Desa Nabung Saham Sidorejo, Lampung Selatan diinisiasi pemuda Desa Sidorejo sejak 2018. Itu dipicu keprihatin melihat banyak masyarakat tertipu investasi ilegal.

Refa Isnandi, salah satu pengagas Desa Nabung Saham Sidorejo, menjelaskan, sebelum Desa Nabung Saham berdiri, banyak masyarakat di desa tempat tinggalnya menjadi sasaran penipuan oknum investasi ilegal, seperti modus Multi Level Marketing (MLM) dan modus tanam modal di proyek atau lahan yang nantinya dapat imbal hasil tinggi.

“Padahal lokasinya pun tidak jelas dan saat jatuh tempo panen oknum yang menawarkan menghilang dan uang sudah hilang. Kondisi ini dialami hampir 80 persen banyak masyarakat desa yang terkena tipu modus investasi ilegal," ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Berbekal pengalamannya pernah mengikuti Sekolah Pasar Modal dan melihat ada Desa Nabung Saham di Kalimantan Timur, akhirnya ia tertarik mendirikan program serupa. Ia pun berinisiatif berkoordinasi dengan perangkat desa hingga BEI Perwakilan Lampung.

2. Awal edukasi investasi saham ke penduduk desa tak mudah

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias InvestasiDesa nabung saham. (IDN Times/Istimewa).

Refa Isnandi, salah satu pengagas Desa Nabung Saham Sidorejo, mengatakan, awal mula melakukan edukasi investasi saham kepada masyarakat desa tak mudah. Saat itu ia bersama teman-temannya berikhtiar proses bertahap dan berkomitmen terus mengedukasi masyarakat.

"Kenapa memilih saham dari sekian banyak instrumen investasi? Kami selalu memberikan edukasi ke masyarakat desa, karena saham adalah instrumen yang legal yang nilainya tidak tergerus dengan inflasi dan diimbau untuk investasi saham ini lebih baik untuk jangka panjang agar dapat lebih terasa manfaatnya," ujarnya.

Tercatat, dari Februari 2018 masih di bawah 100 investor. Saat ini sudah sampai 500 investor. “Bahkan, pada Januari—Februari 2019 pernah pecah rekor transaksi mencapai Rp50 miliar," paparnya.

Baca Juga: Mau Investasi Saat Pandemik? Ini Tips dari Komisaris BEI Pandu Patria

3. Beri edukasi virtual gratis di tengah pandemik COVID-19

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias InvestasiSeluruh narasumber dalam acara Virtual Launch Anessa melangsungkan foto bersama. 23 September 2020. IDN Times/M. Tarmizi Murdianto

Desa Nabung Saham secara langsung mampu memberikan efek peningkatan transaksi pasar modal setelah terbentuknya suatu kebiasaan berinvestasi. Khususnya untuk investasi jangka panjang.

Hal itu disampaikan Kepala PT BEI Provinsi Lampung Hendi Prayogi. Menurutnya, pengembangan Desa Nabung Saham menjadi salah satu peluang BEI untuk memperkuat stabilitas pasar modal. Terkhusus era kebiasaan baru pandemik COVID-19.

Ia menilai, terbukanya pemahaman berinvestasi saham di masyarakat desa secara otomatis akan mampu berkontribusi meningkatkan investor lokal dan transaksi saham meskipun di masa pandemi. "Di sisi lain, selain membantu masyarakat desa terhindar dari investasi ilegal, dapat juga menjadi peluang meningkatkan transaksi pasar modal tetap tumbuh sehingga mampu menjaga stabilitas pasar modal meskipun di tengah kondisi pandemi saat ini," urainya.

Hendi memaparkan, jumlah investor di Desa Nabung Saham hingga kini sudah mencapai 500 orang yang berasal dari masyarakat desa. Rata-rata usia investor beragam 25—60 tahun.

"Saat ini, karena di masa pandemi COVID-19, kami fokus memberikan edukasi secara online. Ini memanfaatkan teknologi digital seperti platfrom media sosial sampai meeting virtual yang bisa diakses masyarakat desa gratis," paparnya.

4. Kemajuan teknologi informasi dinilai menguntungkan untuk investasi

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias Investasidewacoding.com

Edukasi investasi secara online difasilitasi PT BEI bagi para investor dan masyarakat Desa Nabung Saham Sidorejo, Lampung Selatan dinilai Refa Isnandi sangat menguntungkan. Menurutnya, kemudahan teknologi saat ini, semua bisa diakses melalui gawai.

“Baik melakukan edukasi pasar modal, pembukaan rekening saham, hingga transaksi yang difasilitasi oleh perusahaan sekuritas berupa aplikasi. Bahkan, kami menginformasikan kepada para investor saat ini justru menjadi momen untuk membeli saham-saham perusahaan blue chip dengan harga yang sedang terkoreksi," ujarnya.

Refa berharap, dalam jangka panjang semoga semakin banyak masyarakat desa yang teredukasi sadar berinvestasi dengan pasar modal dan Desa Nabung Saham. Selain itu ke depan dapat berkembang ke desa-desa lainnya di Provinsi Lampung.

5. Desa Sidorejo miliki galeri investasi desa

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias InvestasiGaleri investasi desa di Desa Sidorejo, Kabupaten Lampung Selatan. (IDN Times/Istimewa).

Desa Sidorejo berinvestasi saham, membuat wilayah ini memiliki Galeri Investasi Desa sejak Februari 2019. Galeri itu hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI), PT RHB Sekuritas Indonesia, dan perangkat Desa Sidorejo, plus dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi, mengatakan, Galeri Investasi Desa Sidorejo ini merupakan galeri investasi desa yang pertama di Provinsi Lampung. Secara nasional, Galeri Investasi Desa Sidorejo merupakan galeri investasi yang ke-412 dan merupakan galeri investasi yang ketujuh di Provinsi Lampung, di mana enam lainnya berada di perguruan tinggi.

Ia menerangkan, Galeri Investasi Desa merupakan program lanjutan BEI setelah sebelumnya dilakukan pencanangan Desa Sidorejo sebagai Desa Nabung Saham kedua di Indonesia pada Mei 2018 lalu. Hadirnya fasilitas itu di Desa Sidorejo ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan akses informasi terkait industri keuangan khususnya pasar modal.

"Tidak perlu lagi jauh-jauh ke Bandar Lampung untuk mendapatkan akses pasar modal ataupun untuk membuka rekening saham. Meskipun berada di Desa Sidorejo, Galeri Investasi Desa terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mendapatkan informasi dan akses pasar modal,” paparnya.

Terkait fasilitas di Galeri Investasi Desa berupa ruangan khusus di Kantor Desa Sidorejo yang dilengkapi dengan televisi, komputer, buku-buku, ruang diskusi, dan tenaga pengajar yang telah dilatih BEI. Pihak OJK dan BEI juga rutin melakukan edukasi untuk masyarakat ataupun investor di galeri investasi ini.

6. Saham tak hanya untuk orang kaya saja

Geliat Desa Nabung Saham, Warga Desa Sidorejo Antusias Investasigoogle

Masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan beragam pendapat terkait investasi saham. Subur, warga setempat menjelaskan, mulanya ia menilai investasi saham hanya untuk orang kaya semata. Sedangkan penduduk desa dengan uang terbatas tidak akan bisa untuk membeli saham.

"Tetapi dengan adanya galeri desa menabung saham ini yang kemampuan keuangan terbatas bisa membeli saham dari perusahaan-perusahaan besar. Hasilnya cukup baik. Nilai investasi terus meningkat seiring meningkatnya harga saham. Selain itu kita juga mendapatkan hasil dari pembagian deviden perusahaan," paparnya.

Setali tiga uang, Syahrul, warga lainnya menjelaskan, tertarik ikut investasi saham karena mendapat informasi yang mudah dimengerti bersumber dari masyarakat desa yang sudah lebih dulu investasi saham. “Di galeri investasi desa, banyak yang bantu kasih penjelasan dengan bahasa mudah dimengerti. Apalagi yang kasih penjelasan warga desa sendiri, kami percaya nabung saham ini baik.

Baca Juga: Takut Investasi Bodong? Coba Investasi di Sukuk Ritel SR013

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya