Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Libur Lebaran 2026 Okupansi Hotel Bandar Lampung Meroket 90 Persen
Penampakan gedung Arte Hotel Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Tingkat hunian hotel di Bandar Lampung selama libur Lebaran 2026 melonjak hingga lebih dari 90 persen, dengan puncak okupansi terjadi pada H+2 hingga H+4 Lebaran.
  • Mayoritas tamu berasal dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta, dan Bandung, didominasi wisatawan keluarga yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata.
  • Dinas Pariwisata mencatat rata-rata okupansi hotel mencapai 90 persen, menegaskan posisi Bandar Lampung sebagai pusat akomodasi utama selama periode Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Waktu libur Lebaran tahun 2026, banyak sekali orang datang ke Bandar Lampung. Hotel-hotel di sana hampir penuh semua, sampai lebih dari sembilan puluh persen kamarnya terisi. Banyak tamu datang dari Palembang, Jakarta, dan Bandung. Mereka liburan bersama keluarga. Katanya hotel ramai banget dari dua hari setelah Lebaran sampai empat hari sesudahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Tingkat hunian kamar hotel selama libur Lebaran 2026 di Bandar Lampung meroket. Presentasenya bahkan diklaim di atas 90 persen selama periode liburan.

General Manager Arte Hotel Lampung, Lucky Indrawan Rachmat, mengatakan, okupansi hotel tinggi sepanjang libur Lebaran. Dari total 133 kamar, rata-rata keterisian mencapai lebih dari 90 persen.

“Average di atas 90 persen, bahkan ada beberapa hari yang full. Secara umum selama periode Lebaran itu tinggi terus, bisa mencapai 95 atau 96 persen,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, puncak okupansi terjadi pada H+2 hingga H+4 Lebaran, dengan lonjakan tertinggi 23 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah tamu meningkat signifikan dibanding hari-hari lainnya.

1. Didominasi tamu keluarga dari luar daerah

ilustrasi liburan keluarga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Menariknya, mayoritas tamu yang menginap berasal dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta, dan Bandung. Mereka didominasi oleh wisatawan keluarga yang memanfaatkan momen libur panjang.

“Banyaknya family ya, dari Palembang, Jakarta, Bandung. Memang tamu luar daerah yang mendominasi,” jelas Lucky.

Ia menilai lokasi hotel yang strategis di tengah kota serta harga yang relatif kompetitif menjadi faktor utama tingginya minat tamu.

2. Lebaran periode teramai

ilustrasi Lebaran (pexels.com/Arief Hendriawan)

Lucky juga membandingkan tren okupansi hotel saat lebaran dengan periode libur lainnya seperti Tahun Baru. Menurutnya, lebaran tetap menjadi periode paling tinggi dan stabil.

“Kalau Tahun Baru itu hanya beberapa hari saja yang ramai. Tapi lebaran bisa seminggu penuh tinggi terus, bahkan ada hari yang full,” katanya.

3. Tingkat hunian capai 90 persen

Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Adiansyah. (IDN Times/Muhaimin)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, membenarkan tingginya okupansi hotel selama libur lebaran. Ia menyebut, tingkat hunian hotel di kota ini rata-rata mencapai 90 persen, bahkan beberapa hotel dilaporkan penuh.

Menurutnya, fenomena ini dipengaruhi pola wisatawan yang memilih menginap di Bandar Lampung, meski destinasi wisata tersebar di wilayah sekitar seperti Pesawaran dan Lampung Selatan.

“Hotel memang tinggi karena wisatawan banyak menginap di kota, sementara destinasi wisata tersebar di beberapa wilayah,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan Bandar Lampung tidak hanya menjadi kota transit, tetapi juga pusat akomodasi utama bagi wisatawan selama libur Lebaran.

Editorial Team