Bandar Lampung, IDN Times - Di tengah tingginya konsumsi mi instan di Indonesia, kekhawatiran soal dampak kesehatan hingga tumpukan sampah plastik dari kemasan sekali pakai ikut jadi perhatian banyak pihak.
Dari keresahan itulah, empat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menghadirkan inovasi pangan kreatif bernama LARUMIE, mi sehat berbahan dasar singkong lokal Lampung yang diklaim lebih ramah lingkungan.
LARUMIE dikembangkan oleh empat mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia, yakni Adelina Safitri, Deni Setiawan, Yayang Evina Syaputri, dan Yuzika Fitriya.
Mereka memanfaatkan singkong sebagai komoditas unggulan Lampung yang selama ini dikenal melimpah, namun belum banyak dikembangkan menjadi produk pangan modern bernilai ekonomi tinggi.
