Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lampaui Target 2025, Investasi di Balam 2026 Dipatok Rp4,5 Triliun
ilustrasi investasi (pexels.com/Alesia Kozik)
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung mencatat realisasi investasi 2025 sebesar Rp3,8 triliun, melampaui target awal Rp2,7 triliun berkat arahan Wali Kota Eva Dwiana.
  • Memasuki 2026, Pemkot menetapkan target investasi baru Rp4,5 triliun yang diturunkan dari pemerintah pusat dan disesuaikan dengan potensi daerah.
  • Sektor industri pengolahan makanan menjadi penyumbang terbesar investasi, diikuti sektor minuman, kuliner, properti, dan jasa yang diproyeksikan terus tumbuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kota Bandar Lampung dapat uang banyak dari orang yang mau tanam modal. Tahun 2025 uangnya sampai Rp3,8 triliun, lebih banyak dari yang ditargetkan. Bu Eva Dwiana dan Bu Febriana bilang itu hasil kerja bersama. Sekarang tahun 2026 mereka mau capai Rp4,5 triliun. Banyak uang masuk dari pabrik makanan, minuman, dan juga hotel serta rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandar Lampung mencatat capaian investasi positif sepanjang 2025. Realisasi investasi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan, yaitu Rp3,8 triliun dari target Rp2,7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan keberhasilan ini berkat arahan dari Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

"Realisasi investasi tahun 2025 mencapai 3,8 triliun atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp2,7 triliun," ujarnya, Selasa (17/3/2026).

1. Target naik

Kepala DMPTSP Bandar Lampung, Febriana. (IDN Times/Muhaimin)

Memasuki 2026, Pemerintah Kota Bandar Lampung menetapkan target yang lebih tinggi, yaitu Rp 4,5 triliun.

Febriana mengatakan peningkatan target tersebut merupakan arahan yang diturunkan secara berjenjang dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi.

"Baru target itu didistribusikan ke tingkat kabupaten/kota sesuai dengan potensi daerah masing-masing," jelas Febriana.

2. Sektor berpotensi

ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Bandar Lampung akan melakukan optimalisasi berbagai sektor investasi yang memiliki potensi besar.

Febriana membeberkan, sektor industri pengolahan makanan menjadi penyumbang terbesar terhadap realisasi investasi di Bandar Lampung.

"Baru diikuti oleh sektor industri minuman, industri produk masak, serta sektor kedai makanan," bebernya.

3. Sektor lain juga bertumbuh

Ilustrasi Hotel. (Pexels.com/Bruno Maceiras)

Tidak hanya sektor konsumsi, Febriana menyampaikan sektor properti dan jasa juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan seiring masuknya investasi baru ke Kota Bandar Lampung.

"Seiring dengan masuknya investasi, diperkirakan akan ada penambahan pembangunan di sektor properti dan jasa, termasuk hotel," ucapnya.

Meski target investasi 2026 meningkat cukup signifikan, Febriana optimistis angka tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak serta optimalisasi potensi investasi yang ada di Kota Bandar Lampung.

Editorial Team