Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Gajah sebagai cadangan karbon
Ilustrasi Gajah sebagai cadangan karbon (dok. http://pixabay.com/willm78)

Intinya sih...

  • Musyawarah untuk penggiringan gajahMenentukan cara terbaik agar gajah kembali ke hutan TNWK tanpa membahayakan masyarakat melalui musyawarah dengan Kepala Desa dan berbagai pihak terkait.

  • Miskomunikasi menyebabkan serangan gajahMiskomunikasi antar-tim di lapangan mengakibatkan gajah menyerang saat penggiringan, menyebabkan Kepala Desa Braja Asri menjadi korban dalam insiden tersebut.

  • Gajah berhasil dikembalikan ke hutanSetelah insiden, gajah akhirnya berhasil dikembalikan ke kawasan hutan TNWK melalui upaya petugas di lapangan, menjadi bahan evaluasi penting dalam penanganan konflik satwa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times  — Kepala Desa Braja Asri, Lampung Timur, Darusman, diserang gajah saat proses penggiringan yang melibatkan aparat, petugas di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan masyarakat, Rabu (31/12/2025).

Kepala Balai TNWK Zaidi mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari laporan adanya gajah liar yang masuk ke kebun karet warga Desa Braja Asri.

"Informasi itu diterima tim TNWK sekitar pukul 06.30 WIB dari Babinsa setempat bernama Agus. Lokasi gajah diketahui berada di sekitar Jembatan Putul," katanya, Kamis (1/1/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, tim TNWK langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 07.15 WIB. Di tempat kejadian, petugas bergabung dengan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, Satpol PP, mitra TNWK, hingga warga sekitar untuk menangani konflik satwa liar tersebut.

1. Gelar musyawarah

ilustrasi musyawarah (pexels.com/Jopwell)

Menurut Zaidi, langkah pertama yang dilakukan adalah musyawarah guna menentukan cara terbaik agar gajah dapat kembali ke kawasan hutan TNWK tanpa membahayakan masyarakat.

Ia menambahkan, hasil diskusi awal menyepakati keputusan akhir menunggu kehadiran Kepala Desa Braja Asri.

"Sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Darusman tiba di lokasi. Musyawarah kembali dilakukan bersama Danramil, kapolsek, camat, BPBD, aparat desa, dan perwakilan masyarakat," ujarnya.

Zaidi menjelaskan, dari pertemuan itu, seluruh pihak sepakat melakukan penggiringan gajah liar dari kebun karet warga menuju kawasan hutan TNWK.

"Setelah kesepakatan dicapai, tim langsung melakukan blokade di sejumlah titik sesuai arah yang telah ditentukan," jelasnya.

2. Ada misskom

Ilustrasi gajah sebagai petani alami (dok. http://pixabay.com/Pexels)

Zaidi mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, terjadi miskomunikasi antar-tim di lapangan. Saat gajah diarahkan menuju kawasan hutan, tim blokade di bagian bawah masih berjaga di jalur yang akan dilalui gajah, tepatnya di area persawahan, sambil membunyikan dentuman dan petasan.

“Gajah akhirnya berbalik arah karena terblokir. Di sisi lain, tim di atas sudah kehabisan amunisi berupa mercon untuk menggiring,” ungkapnya.

Situasi tersebut membuat gajah menunjukkan reaksi agresif. Satwa dilindungi itu kemudian berbalik dan menyerang ke arah tim blokade atas.

Seluruh petugas dan warga yang terlibat berusaha menyelamatkan diri. "Namun, Kepala Desa Braja Asri Darusman menjadi korban dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 11.10 WIB tersebut," tutur Zaidi.

Tak lama setelah kejadian, tim segera mengevakuasi korban keluar dari lokasi dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa korban tak tertolong.

3. Gajah kembali ke hutan

Ilustrasi Gajah betina (dok. pexels.com/Derek Keats)

Sementara itu, petugas yang masih berada di lapangan tetap melanjutkan upaya penggiringan agar gajah tidak kembali ke area permukiman.

Zaidi menyampaikan, sekitar pukul 12.00 WIB, gajah liar akhirnya berhasil dimasukkan kembali ke dalam kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas melalui area Merang, Desa Braja Asri.

"Insiden ini menjadi bahan evaluasi penting dalam penanganan konflik satwa liar, khususnya terkait koordinasi di lapangan, agar keselamatan petugas dan masyarakat tetap terjaga," ucapnya.

Editorial Team