Tanggamus, IDN Times - Nasib pilu dialami seekor owa siamang betina bernama "Rinja". Di balik tubuh kecil satwa liar dilindungi tersebut, tim dokter menemukan empat butir peluru senapan angin bersarang di beberapa bagian tubuhnya.
Rinja kini menjalani perawatan intensif di fasilitas rehabilitasi Sumatran Wildlife Center, Kalianda, Lampung Selatan setelah berhasil dievakuasi dari permukiman warga di Kabupaten Tanggamus.
Sebelumnya, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan mengevakuasi Rinja pada 4-6 Mei 2026. Proses evakuasi turut melibatkan Koramil, Polsek Wonosobo, aparat Pekon Way Panas, hingga masyarakat setempat.
Rinja diamankan dari kawasan permukiman Dusun 4 Beringin Jaya, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Lokasi tersebut berada di kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus.
Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan keberadaan siamang yang beberapa kali menyerang masyarakat hingga menyebabkan luka gigitan. Namun di balik perilaku agresif itu, tersimpan kondisi memprihatinkan dialami satwa tersebut.
