Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Pemudik Motor ke Lampung, Hemat hingga Fleksibel Bawa Anak
Rusdianto bersama keluarganya yang hendak pulang ke Bekasi dari Kota Bumi Lampung Utara. (IDN Times/Muhaimin)
  • Pemudik seperti Rusdianto memilih mudik ke Lampung dengan motor karena lebih fleksibel, bisa berhenti kapan saja, dan memberi pengalaman seru bagi keluarga selama perjalanan panjang.
  • Muhammad Budi Wahyu Chandra menilai motor lebih praktis untuk membawa anak kecil dibanding transportasi umum, karena mudah menyesuaikan kebutuhan seperti makan atau ganti pampers di perjalanan.
  • Selain fleksibel, biaya mudik dengan motor jauh lebih hemat dibanding bus, meski tetap ada tantangan teknis di jalan; pemudik mengapresiasi kesiapsiagaan petugas dan kondisi jalan yang makin baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Rusdianto naik motor dari Bekasi ke Lampung bawa istri dan anaknya. Jalannya lama sekali, tapi mereka senang bisa lihat pemandangan dan naik kapal. Ada juga Pak Chandra yang mudik pakai motor karena lebih mudah buat anaknya dan lebih murah. Kadang motornya rusak, tapi ada petugas yang bantu di jalan. Sekarang jalannya juga sudah bagus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times – Perjalanan mudik lebaran tak selalu mudah, terutama bagi pemudik yang memilih menggunakan sepeda motor. Meski harus menempuh perjalanan belasan jam, sebagian pemudik tetap memilih motor karena dinilai lebih fleksibel dan hemat biaya.

Salah satunya dilakoni Rusdianto, pemudik asal Bekasi yang pulang kampung ke Kotabumi, Lampung Utara. Ia mengaku sudah dua tahun tidak pulang ke kampung halaman sebelum akhirnya bisa mudik tahun ini.

Rusdianto berangkat dari Bekasi, Minggu (22/3/2026)sekitar pukul 21.00 WIB setelah salat Isya. Perjalanan menuju Kotabumi memakan waktu cukup lama, bahkan baru tiba sekitar pukul 11.00 siang keesokan harinya.

“Perjalanan lumayan lama karena banyak berhenti. Apalagi kami bawa anak kecil, jadi harus sering istirahat,” katanya.

1. Rombongan

Pemudik sepeda motor yang menuju Bakauheni saat arus balik. (IDN Times/Muhaimin)

Rusdianto menyampaikan, mudik kali ini terasa lebih spesial karena selain bersama istri. Ia juga membawa dua anggota keluarga yang ingin merasakan perjalanan ke Lampung menggunakan kapal.

Ia mengatakan, perjalanan panjang tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri bagi keluarganya.

“Ya kami menikmati saja. Kalau pakai motor kan bisa santai, berhenti buat foto-foto, menikmati perjalanan dan pemandangan Lampung,” ujarnya.

2. Lebih praktis

Chandra pemudik yang berasal dari Lampung Barat menuju Jakarta Selatan. (IDN Times/Muhaimin)

Hal serupa disampaikan Muhammad Budi Wahyu Chandra, pemudik asal Jakarta Selatan yang pulang ke Lampung Barat. Ia mengaku memilih mudik menggunakan motor karena lebih praktis saat membawa anak kecil.

Menurut Chandra, perjalanan menggunakan kendaraan umum cukup menyulitkan jika harus menyesuaikan kebutuhan anak.

“Kalau naik bus atau travel kan gak enak kalau anak tiba-tiba mau makan, minum susu, atau ganti pampers. Jadi lebih fleksibel kalau pakai motor,” jelasnya.

3. Ongkos lebih murah

Sepeda motor yang hendak masuk ke kapal di pelabuhan Bakauheni Lampung. (Dok. ASDP)

Chandra menyebut, selain fleksibel, biaya perjalanan dengan motor juga lebih hemat dibanding transportasi umum.

Menurutnya tiket bus dari Jakarta Selatan menuju Lampung Barat bisa mencapai sekitar Rp550 ribu per orang. Sementara jika menggunakan motor, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu untuk bensin dan makan.

Meski begitu, perjalanan mudik menggunakan motor tetap memiliki tantangan tersendiri. Chandra bahkan sempat mengalami masalah pada kendaraannya saat hendak menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan.

“Motor sudah dicek semua dari rumah, aman. Tapi pas mau nyebrang tiba-tiba rusak. Untung di pelabuhan ada gerai servis jadi bisa dibantu,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas di jalur mudik, mulai dari kepolisian hingga petugas perhubungan yang dinilai cukup membantu mengatur lalu lintas.

“Petugas di jalan sudah siaga semua. Pengaturannya juga sudah lumayan bagus,” ujarnya.

4. Jalan lebih bagus

Keadaan jalur arteri menuju pelabuhan Bakauheni saat arus balik. (IDN Times/Muhaimin)

Rusdianto juga menilai kondisi jalan di Lampung saat ini sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.

“Dibanding tahun-tahun sebelumnya sekarang lebih nyaman. Dulu banyak jalan berlubang, sekarang sudah jauh lebih bagus,” ungkapnya.

Dari berbagai tantangan tersebut, Chandra tetap menikmati perjalanan mudik menggunakan motor karena bisa dilakukan dengan lebih santai.

“Yang penting aman dan bisa sampai tujuan. Kalau pakai motor kan bisa berhenti kapan saja kalau anak capek atau lapar,” katanya.

Editorial Team