Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemacetan Akibat Truk Masih Terjadi di Bakauheni, Pelaku UMKM Menjerit
Penampakan antrean truk muatan menuju Pelabuhan Bakauheni, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Istimewa).
  • Antrean panjang truk logistik di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni masih terjadi hingga Selasa pagi, menyebabkan kemacetan di Jalinsum, Lintas Timur, dan JTTS sepanjang total lebih dari 10 km.
  • Pelaku UMKM seperti penjual tiket Ferizy mengalami penurunan omzet hingga 30 persen akibat berkurangnya kendaraan pribadi yang melintas karena kemacetan berkepanjangan.
  • Pedagang jajanan khas Lampung kehilangan pelanggan karena warung tertutup antrean truk, dengan pendapatan turun hingga 80 persen dan berharap ada solusi cepat dari pihak terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak truk besar macet panjang di jalan ke Pelabuhan Bakauheni. Jalannya penuh sampai beberapa kilometer. Karena itu, banyak mobil dan orang susah lewat. Penjual tiket kapal dan pedagang makanan jadi sepi pembeli. Uangnya turun banyak sekali. Mereka sedih dan berharap jalan cepat lancar lagi supaya bisa jualan normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Kemacetan panjang kendaraan besar atau truk muatan di jalur menuju kawasan Pelabuhan Bakauheni masih terjadi hingga Selasa (31/3/2026) pagi. Bukan hanya dialami pengemudi, kondisi ini turut berdampak luas terhadap pelaku usaha kecil menengah (UMKM) setempat.

Berdasarkan informasi diterima IDN Times, antrean truk pengangkut logistik, khususnya bahan pangan, hingga kini belum terurai. Kemacetan bahkan meluas ke sejumlah jalur utama, mulai dari Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) sepanjang sekitar 4 Km, Jalan Lintas Timur 2 Km, hingga Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terdampak hingga 6 Km.

Kondisi ini membuat ribuan kendaraan terjebak di tiga jalur tersebut, sehingga menghambat aktivitas ekonomi di sekitar pelabuhan. Salah satunya dirasakan langsung oleh sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet drastis dalam beberapa hari terakhir.

1. Penjualan tiket Ferrizy sepi pembeli

Penampakan antrean truk muatan menuju Pelabuhan Bakauheni, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Istimewa).

Salah satu dampak dirasakan oleh penjual tiket kapal berbasis aplikasi Ferizy. Dimas, seorang penjual tiket, mengatakan, dua hari terakhir omzetnya turun hingga 30 persen.

Menurutnya, berkurangnya kendaraan pribadi roda empat yang melintas dan mampir ke kios menjadi penyebab utama penurunan pendapatan secara signifikan.

“Pokoknya parah, biasanya ramai kendaraan pribadi yang beli tiket di sini, terutama pengguna roda empat tapi sekarang jauh berkurang karena macet berhari-hari,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

2. Pedagang jajanan kehilangan pelanggan

Penampakan antrean truk muatan menuju Pelabuhan Bakauheni, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Istimewa).

Tak hanya penjual tiket, pedagang jajanan khas Lampung juga menjadi pihak yang paling terdampak. Warung mereka tertutup antrean truk sehingga sulit dijangkau pembeli.

Kondisi ini diungkapkan oleh Deswan, salah satu pedagang, mengaku omzetnya turun hingga 80 persen. Jika biasanya ia bisa meraup pendapatan sekitar Rp300 ribu per hari, kini hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

“Pembeli jadi susah masuk, ketutup truk semua yang otomatis mereka berpikir ulang. Belum lagi ditambah macet parah begini, jadi mobilitas kendaraan minim," katanya.

3. Kemacetan rugikan banyak pihak

Penampakan antrean truk muatan menuju Pelabuhan Bakauheni, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Istimewa).

Deswan menambahkan, kemacetan di kawasan Bakauheni semacam ini tidak hanya merugikan sopir truk dan perusahaan ekspedisi, tetapi juga pelaku UMKM lokal yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas penyeberangan.

"Ya kalau kami pelaku usaha berharapnya ada langkah cepat dan serius dari pihak terkait untuk mengurai kemacetan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang di tahun-tahun berikutnya," imbuh dia.

Editorial Team