Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode  25-26 Januari 2026.
Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode 25-26 Januari 2026. (Dok. Balai TNWK).

Intinya sih...

  • Kebakaran meluas di sejumlah resort TN Way Kambas, Lampung Timur

  • Diduga sengaja dibakar masyarakat, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut

  • Tidak ditemukan satwa mati di tengah luasan kebakaran yang cukup besar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur menghanguskan sekitar 2.306,38 hektare lahan konservasi. Area terdampak tersebar di sejumlah resort dan wilayah pengelolaan TNWK.

Humas Balai TNWK, Nandri Yulianto menyampaikan, luasan tersebut merupakan hasil pengukuran tim pascakebakaran di beberapa titik di Seksi PTN Wilayah I Way Kanan dan Seksi PTN Wilayah II Bungur periode 25-26 Januari 2026.

“Berdasarkan laporan pemadaman dan pengukuran lapangan, total luasan areal terbakar di TNWK mencapai kurang lebih 2.306 hektare. Seluruhnya merupakan kawasan hutan konservasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

1. Kebakaran meluas di sejumlah resort

Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode 25-26 Januari 2026. (Dok. Balai TNWK).

Berdasarkan catatan data Balai TNWK, kebakaran terbesar terjadi di wilayah Seksi PTN Wilayah II Bungur yang mencakup RPTN Toto Projo, Rantau Jaya, dan Umbul Salam. Di wilayah ini, total luasan terbakar mencapai sekitar 2.306,38 hektare, dengan dominasi vegetasi alang-alang, semak belukar, hingga tegakan hutan muda.

Sementara itu, di Seksi PTN Wilayah I Way Kanan, kebakaran juga terjadi di Resort Rawa Bunder dengan luas sekitar 107,06 hektare, serta di Simpang 3 Sartam seluas 271,99 hektare.

"Dari laporan petugas di lapangan, insiden kebakaran ini seluruhnya terjadi kategori sebagai kebakaran permukaan," ucapnya.

2. Diduga sengaja dibakar

Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode 25-26 Januari 2026. (Dok. Balai TNWK).

Terkait penyebab kebakaran, Nandri masih menunggu hasil analisis dan berita acara pemadaman. Balai TNWK juga merekomendasikan dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pembakaran, serta peningkatan patroli dan pemantauan di lokasi rawan kebakaran.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Dugaan adanya oknum memang ada, tetapi masih dalam proses analisis. Biasanya akan terlihat lebih jelas setelah berita acara pemadaman dan hasil penyelidikan selesai,” jelasnya.

3. Tidak ditemukan satwa mati

Potret karhutla di TNWK, Lampung Timur periode 25-26 Januari 2026. (Dok. Balai TNWK).

Di tengah luasan kebakaran cukup besar, Nandri menerangkan Balai TNWK memastikan belum menemukan adanya bangkai satwa dilindungi. “Sejauh ini tidak ditemukan satwa mati. Memang terlihat sarang burung yang terbakar di lokasi, tapi untuk satwa lain seperti ular atau trenggiling tidak ditemukan. Alhamdulillah,” katanya.

Dalam upaya pemadaman, petugas yang terlibat meliputi personel gabungan ASN TNWK, TNI, Polri, mitra ERU, hingga masyarakat. Proses pemadaman berlangsung satu hari lebih, dilanjutkan kegiatan mop up dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa.

"Balai TNWK menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim rawan kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," imbuhnya.

Editorial Team