Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Nataru, Pemkot Balam Siapkan Dana Antisipasi Harga Pangan
Ilustrasi uang rupiah. (IDN Times/Pexels)
  • Pemkot Bandar Lampung menyiagakan anggaran TPID untuk menjaga ketersediaan pangan dan meredam lonjakan harga jelang Natal 2026 serta Tahun Baru 2027.

  • Dinas Pangan mengajukan izin kepada Bulog pusat untuk mengisi kembali cadangan pangan daerah, sambil menunggu kepastian bantuan beras Bapanas periode Oktober-Desember 2026.

  • Penerima bantuan pangan tetap mengacu data Desil 1-4; sebelumnya 96.919 keluarga di 20 kecamatan menerima total 30 kilogram beras untuk Juli-September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai ancang-ancang menghadapi potensi kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Ancang-ancang itu dilakukan lantaran Pemkot tidak ingin bergantung pada bantuan pangan dari pemerintah pusat yang hingga kini belum memiliki kepastian untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ni Made Ayu Kumala Dewi, mengatakan masih menunggu arahan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai kelanjutan program bantuan pangan beras.

"Kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait penyaluran bantuan pangan Bapanas periode Oktober, November, dan Desember 2026 untuk di Bandar Lampung," katanya, Kamis (8/10/2026).

1. Siapkan langkah

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat memberikan bantuan ke warga. (IDN Times/Muhaimin)

Meski keputusan pemerintah pusat belum turun, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan langkah lain untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi lonjakan harga.

Ayu menyebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiagakan anggaran yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan apabila terjadi gejolak harga di tengah masyarakat.

"Dana itu sudah kita siagakan. Artinya bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat Kota Bandar Lampung jika terjadi gejolak harga menjelang Nataru," jelasnya.

Menurut Ayu, periode menjelang Nataru perlu mendapat perhatian karena kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan cenderung meningkat.

2. Stok cadangan pangan daerah juga diperkuat

Satgas Pangan Bandar Lampung, saat sidak di Chandra. (IDN Times/Muhaimin)

Selain menyiapkan anggaran, Dinas Pangan Bandar Lampung tengah berupaya mengisi kembali Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Pemkot telah mengirimkan surat izin prinsip kepada Bulog pusat untuk pengisian kembali stok cadangan pangan. Namun, hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu respons atas pengajuan tersebut.

"Kita sudah mengajukan surat izin prinsip ke Bulog pusat untuk pengisian kembali stok cadangan pangan. Saat ini masih menunggu respons," ungkap Ayu.

Di sisi lain, Pemkot tetap menyatakan siap apabila pemerintah pusat nantinya kembali menyalurkan bantuan pangan beras.

"Kami sifatnya siap di lapangan kapan pun untuk berkoordinasi maupun mendampingi saat penugasan turun," ujarnya.

3. Penerima bantuan masih mengacu Desil 1-4

Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)

Terkait sasaran penerima bantuan pangan, Ayu mengatakan pemerintah daerah masih menggunakan data berdasarkan kriteria Desil 1 hingga Desil 4 sesuai petunjuk teknis pemerintah pusat.

Perubahan data penerima hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti penerima telah meninggal dunia atau tidak ditemukan.

"Penyesuaian juga dapat dilakukan apabila pemerintah pusat mengeluarkan aturan baru terkait kriteria penerima," jelasnya.

Diketahui, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Sebanyak 96.919 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 20 kecamatan menerima total 30 kilogram beras. Bantuan tersebut merupakan alokasi tiga bulan dengan jatah 10 kilogram setiap bulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article