Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Itera Siap Bangun Auditorium Multifungsi, Anggaran Rp315 Miliar
Ilustrasi auditorium (Pixabay/David Mark)
  • Itera merencanakan pembangunan auditorium multifungsi berkapasitas 7.000 orang di lahan 5,5 hektare untuk menampung kegiatan akademik dan nonakademik berskala besar.
  • Usulan anggaran proyek auditorium mencapai Rp315,2 miliar dan masih dapat berubah sesuai hasil pembahasan teknis serta penyesuaian standar biaya pembangunan.
  • Pembangunan juga mempertimbangkan akses aman menuju lokasi dengan opsi JPO atau terowongan karena posisi bangunan berada di seberang area utama kampus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (Itera) mulai mematangkan rencana pembangunan auditorium multifungsi berkapasitas ribuan orang. Kampus ini menggelar pembahasan teknis bersama tim Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Lampung, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Arif Rohman mengatakan, rencana pembangunan auditorium ini disebut sebagai kebutuhan penting. Mengingat aktivitas kampus yang semakin padat dan kerap melibatkan peserta dalam jumlah besar.

Auditorium akan menjadi pusat berbagai kegiatan besar, mulai dari agenda akademik hingga nonakademik. Selama ini, Itera menggelar wisuda tiga kali dalam setahun dan proses penerimaan mahasiswa baru yang bisa menghadirkan sekitar 7.000 peserta dalam satu agenda.

“Agenda kegiatan Itera cukup padat. Wisuda dilaksanakan tiga kali dalam setahun, kemudian sidang penerimaan mahasiswa baru juga dapat mencapai sekitar 7.000 peserta dalam satu kegiatan. Seluruh aktivitas tersebut nantinya bisa dipusatkan di auditorium,” kata Arif, Selasa (12/6/2026).

1. Total kapasitas auditorium mencapai 7.000 orang

pengenalan kehidupan kampus di auditorium (Pixabay.com/crystal710)

Arif menjelaskan, auditorium ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5,5 hektare. Kapasitas tribun diproyeksikan menampung 3.000 orang, sementara hall utama mampu memuat 5.000 orang.

Jika digabung, total kapasitas maksimalnya mencapai 7.000 orang. Tak hanya hall utama, bangunan tersebut juga dirancang menjadi pusat kegiatan serbaguna.

Di dalamnya akan tersedia 13 ruang rapat serta delapan function room yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pertemuan internal hingga kegiatan skala besar.

Kemudian, ruang rapat terdiri dari lima ruangan berukuran 8 x 12 meter dan delapan ruangan berukuran 8 x 6 meter. Sementara function room dirancang enam ruangan berukuran 8 x 6 meter dan dua ruangan berukuran 8 x 8 meter.

Menurutnya, usulan pembangunan auditorium ini mendapat dukungan dari Komisi V DPR RI. Ke depan, pihak kampus diminta menyiapkan surat dukungan resmi sebagai bagian dari kelengkapan administrasi.

"Usulan pembangunan auditorium Itera sebenarnya sudah diajukan sejak 2024. Namun prosesnya baru bisa ditindaklanjuti tahun ini setelah adanya penyesuaian struktur organisasi terkait pelaksanaan program pembangunan strategis nasional," imbuhnya.

2. Usulan anggaran pembangunan auditorium Rp315,2 miliar

Ilustrasi orang sedang mencatat anggaran uang (pixels.com/Karolina Grabowska)

Kepala Satker PPS Lampung, Pendi Maita Yunas, menyampaikan usulan pembangunan auditorium tersebut akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat dan diupayakan masuk dalam anggaran Tahun Anggaran 2027.

Nilai usulan anggaran pembangunan auditorium ini diperkirakan mencapai Rp315,2 miliar. Namun, angka tersebut masih berpotensi berubah karena harus menyesuaikan standar biaya pembangunan dan kebutuhan teknis di lapangan.

“Desain dan anggaran masih dimungkinkan mengalami perubahan karena nantinya akan ada pembahasan lanjutan bersama narasumber dan tim perencana teknis,” ujar Pendi.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek teknis masih perlu didalami, mulai dari struktur bangunan yang akan menggunakan beton atau baja, analisis biaya, hingga kajian analisis dampak lalu lintas (Andalalin).

3. Pembangunan auditorium bukan hanya untuk kegiatan seremonial

Ilustrasi Auditorium (unsplash.com/ko/@nate_dumlao)

Pendi mengatakan, akses menuju lokasi auditorium juga menjadi sorotan karena posisi bangunan berada di seberang area utama kampus. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kepadatan lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak disiapkan skema akses yang aman.

Sebab itu, opsi pembangunan fasilitas penyeberangan seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) maupun terowongan (tunnel) turut dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan.

“Fungsi auditorium ini bukan hanya untuk kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga untuk berbagai aktivitas besar lainnya. Jadi, jalur lalu lintas harus benar-benar dipertimbangkan,” katanya.

Pendi menambahkan, surat rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah diterima sebagai dasar tindak lanjut proyek tersebut. Dalam waktu dekat, pembahasan lanjutan akan dilakukan secara daring bersama tim pusat untuk mempercepat proses pengajuan anggaran tahun 2027.

Editorial Team