Instagram.com/rumahsakitlapangan
NZ salah satu dokter umum yang pernah menangani pasien COVID-19 juga mengatakan insentifnya baru dicairkan Desember 2020 lalu.
"Jadi insentif itu baru berlaku bulan Juni kalo gak salah. Jadi aku dapet insentif itu tiga bulan dari Juni sampai Agustus cuma baru ditransfer bulan Desember," ujarnya.
Pendapat senada disampaikan FS, dokter menangani pasien COVID-19. Pembayaran insentifnya sejak awal pandemik baru dibayar pada Desember lalu.
"Saya rapelan dapetnya dari awal covid bulan Maret baru keluar Desember 2020. Tapi yang terklaim cuma dua bulan terakhir Juli sampai Agustus sedangkan Januari ini belum keluar lagi," terang FS.
Menurutnya insentif COVID-19 seharusnya berbanding lurus dengan tingkat kelelahan para nakes. Namun dia juga memahami kebijakan pemerintah memiliki pertimbangan lain sehingga harus memotong insentif nakes.
"Soalnya kasus kan meningkat terus. Ditambah lagi semua biaya pengobatan pasien kan tercover dari pemerintah ya. Ya mungkin itu juga salah satu pertimbangan pemerintah cut biaya insentif COVID ya," jelasnya.
FS tak menampik, pekerjaannya saat ini membutuhkan tenaga ekstra. Meski dirinya sendiri takut dengan COVID-19 namun pasien juga berarti baginya.
"Semua pasti takut sama covid kan. Tapi kita sayang pasien," tuturnya.